• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Linguistik>Membuat Anak Rajin Belajar Ternyata Mudah Kok

.

Membuat Anak Rajin Belajar Ternyata Mudah Kok

oleh : primus74    

Pengarang : Ari Ambarwati
Buku ini berisi berbagai metode membuat anak rajin belajar. Salah satunya memberi teladan kepada anak daripada menasehatinya.
Contohnya, cara mengajari anak agar gemar membaca. Mengajar anak agar rajin belajar sebenarnya mudah. Yang utama adalah penerapan teknik pendekatan yang tepatsesuai dengan karakter belajar anak. Mulai dari penyesuaian kondisi, tahapan sampai anak merasakan kenyamanan dan menemukan suasana yang menyenangkan untuk belajar.
      Penulis buku ini mengisahkan bahwa ada seorang temannya mengeluh anaknya yang susah sekali diajak membaca. Padahal ia sudah membelikan berbagai macam buku cerita yang bahkan dipilih sendiri oleh sang anak. Namun ketika tiba dirumah, buku-buku tersebut tidak disentuh sama sekali. Saat ibunya membacakan cerita, mereka mendengarkan sebentar, kemudian lebih asyik bermain dan menonton film kartun kesukaannya. Kemudian mereka berdiskusi panjang lebar paa suatu saat ketika bertandang ke rumahnya. Saat itu baru terbaca mengapa anak-anak temannya lebih asyik menonton TV daripada membaca. Ternyata, ruang TV di set sedemikian nyaman. Ada sofa empuk dan LCD TV 42 inch lengkap dengan audio yang berdentum-dentum. Kalau boleh dibilang, nyaris mirip dengan ruang bioskop mini (home theatre)> Sementara itu tak tampak satu bacaan di ruangan itu.
      Selain itu justru buku-buku tertata manis di rak ruang tidur. Hal itu terekam di kepala anak-anak bahwa tidak ada kegiatan baca membaca yang efektif. Terlihat buku itu masih bagus-bagus, karena jarang dibuka dan dibaca. Temanya pun mengakui, ia berlangganan surat kabar, tetapi hanya membaca sekilas dan jarang membaca buku. Ia juga melarang anak-anaknya membaca di ruang TV, karena buku dan bacaan mereka akan tercecer sedemikian rupa sehingga membuat ruang TV tampak berantakan.
      Kemudian, sang penulis buku ini memberi saran kepada temannya itu agar meletakkan rak-rak buku, majalah, dan surat kabar di semua sudut TV dan membiarkan anak-anak membuka-buka serta membaca buku di tempat tersebut. Teman sang penulis buku itu mulai membaca buku, majalah kesukaannya, dan koran di ruang TV.Anak-anaknya juga diperbolehkan membaca buku di ruang TV. Tidak lagi merasa takut ruang TV tersebut berantakan. Anak-anak mulai dilatih untuk memilih tayangan TV yang benar-benar disukainya dan berkomitmen tidak menyalakan TV sepanjang waktu. Hanya dalam waktu sebulan, anak-anak tersebut menemukan keasyikan dengan buku-buku dan bacaan mereka.
      Makna isi buku ini menunjukkan bahwa minat membaca pada anak-anak dapat dikondisikan. Mereka hanya perlu keteladanan dari orangtua. Ketika membaca menjadi kebutuhan, belajar bukan lagi suatu kewajiban.
Diterbitkan di: Nopember 06, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

Orang yang membaca ringkasan ini juga membaca:

.