Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Kudeta Soeharto dan Kemunculan Kabinet Ampera

Kudeta Soeharto dan Kemunculan Kabinet Ampera

oleh: fikrie     Pengarang : Dr. Ali Riyadi
ª
 

Semuanya berawal dari tahun 1960-an ketika terjadi G 30/S PKI. Pada saat itu, Soeharto yang masih berpangkat Jenderal, bersama dengan Angkatan Darat dan sekutu-sekutu sipilnya dapat menangkap para pemberontak dan PKI dengan cepat. Di satu sisi, Presiden Soekarno mulai kehilangan para pendukungnya baik dari ideologi tengah (partai-partai Islam) dan ideologi kiri (partai komunis). Secara perlahan namun pasti, kedudukan Presiden Soekarno digeser oleh kekuatan-kekuatan yang dipimpin oleh Jendral Soeharto.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Soeharto untuk merekayasa penggulingan kekuasaan tersebut agar tidak terkesan seperti kudeta; pertama, mengakomodasikan posisinya dan angkatan bersenjata sebagai pendukung utamanya. Kedua, berbekal kekuatan Surat Sebelas Maret, Soeharto mendesak MPRS untuk melaksanakan sidang-sidang darurat guna mengantisipasi keadaan bangsa yang sedang kacau. Adapun hasil dari beberapa sidang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penguatan kebijakan Presiden dalam Surat Perintah 11 Maret 1966 (TAP MPRS No. IX/MPRS/1966)

2. Pembubaran PKI dan semua organisasi yang bernaung di bawahnya ( Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1996)

3. Pembetukan Kabinet Ampera (TAP MPRS No. XIII/MPRS/1966)

Kabinet yang dipimpin oleh Jendral Soeharto tersebut bertugas untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang dicantumkan dalam empat program; pertama memperbaiki kehidupan rakyat, kedua, melaksanakan pemilihan umum selambat-lambatnya tanggal 5 Juli 1966, ketiga, melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif, dan keempat melanjutkan perjuangan melawan imperialism dan kolonialisme dengan segala bentuk dan manivestasinya. Menurut penulis, pembentukan Kabinet Ampera menjadi awal munculnya jargon-jargon politik Soeharto termasuk kehadiran Fungsi ABRI.

Pada akhirnya, kekuasaan Presiden Soekarno dicabut karena dalam Pidato Mandataris MPRS berjudul Nawaksara pada tanggal 22 Juni 1966 Presiden tidak menyinggung sama sekali masalah G 30 S/PKI. Berdasarkan TAP MPRS No. XXII/MPRS/1967, Presiden Soekarno dilarang melakukan kegiatan politik sampai dengan pemilihan umum. Sebagai gantinya, Jendral Soeharto diangkat sebagai presiden sementara hingga dipilihnya presiden secara resmi oleh MPR. Pada tanggal 27 Maret 1968, Soeharto diangkat menjadi presiden kedua NKRI menggantikan Ir. Soekarno.

Diterbitkan di: 08 Juni, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kabinet ampera dipimpin oleh Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.