Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Teori Evolusi Terciptanya Manusia

Teori Evolusi Terciptanya Manusia

oleh: bondot    
ª
 
Revolusi merupakan kebalikan dari evolusi. Jika evolusi adalah merupakan perkembangan atau perubahan perlahan-lahan dari yang sederhana menjadi sempurna, maka revolusi adalah perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada. Teori ini sebenarnya adalah kata lain untuk menamakan pandangan penciptaan dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. Pandangan ini merupakan hasil interpretasi umat beragama (Islam dan Kristen) tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan kemahakuasaan Tuhan. Ringkasan kisah disarikan oleh Martinus dalam "Bagaimana Agama Kristen memandang teori Darwin", adalah sebagai berikut:

"Hari pertama Tuhan menciptakan terang, pemisah antara terang dan gelap serta pemberian nama. Terang disebut siang dan gelap disebut malam.Hari kedua Allah menciptakan cakrawala dan memisahkan air di atas cakrawala dan di bawaha cakrawala. Allah memberi nama cakrawala itu langit. Hari ketiga pemisahan air dan darat di cakrawala bagian bawah, maka terjadilah laut dan darat. Hari itu juga Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan dan pohon di daratan. Hari keempat penciptaan bulan, matahari, dan bintang. Hari kelima penciptaan ikan di laut dan burung di udara. Hari keenam penciptaan binatang di darat dan penciptaan manusia. Hari ketujuh Allah beristirahat dengan memberi berkat serta menguduskan semua hasil ciptaan-Nya."

Di kalangan umat Islam terbentuk opini yang bahkan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan, bahwa manusia juga alam semesta ini tercipta secara cepat oleh kuasa Allah (kun fayakun). Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi ayat Al-Qur'an dalam surah Al-Baqarah 117, Ali Imran 47 dan 59, Al-An'am 73, An-Nahl 40, dan Yaa Siin 82. Imam Al-Jalalain dalam tafsirnya tentang terciptanya Nabi Adam sebagi berikut: "Adam adalah sebagai suatu makhluk yang dicipta dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air, dibentuk, dan ditiupkan ruh kedalamnya, kemudian menjadi makhluk hidup."
Diterbitkan di: 04 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.