Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kerajaan KEDIRI

oleh: encik     Pengarang : Tengku
ª
 
Untuk menghindarkan perselisihan sepeninggal Airlangga, ia membagi kerajaan Medang kepada dua bagian yang masing-masing kerajaan itu diperintahkan oleh dua orang anaknya.
- Kerajaan Jenggala atau Singosari dengan ibukota Kauripan yang terletak di sebelah Utara Kali Brantas.
- Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan ibu kota Daha, terletak di sebelah Selatan Kali Brantas.

Kerajaan Kediri ( + 1050-1222)
Kedua kerajaan Jenggala atau Singosari dan Kediri atau Panjalu sama-sama berusaha mengajak perdamaian antara keduanya. Setelah Airlangga wafat tahun 1049 Masehi antara kedua kerajaan itu tak dapat dielakkan terjadi permusuhan, akhirnya terjadi peperangan dan Jenggala kalah perang dan mereka disatukan di bawah pemerintahan raja Kediri. Sejak itu Kediri berkuasa penuh di Pulau Jawa. Peristiwa peperangan antara Jenggala dan Kediri ditulis oleh seorang pujangga Mpu Sendok dan Mpu Panuluh dalam kitab Bharatayudha.

Pertentangan itu terjadi semasa pemerintahan Jayabaya 1135-1157. Zaman pemerintahan Jayabaya 1135-1157 telah berhasil membawa kerajaan Kediri mencapai puncak kerajaan. Hubungan perniagaan dan pelayaran meliputi seluruh wilayah nusantara, Sumbawa, Flores, Irian, Bali, Timor, Seram, Sulawesi bagian Selatan, Maluku dan Kalimantan Selatan.

Seorang saudagar China bernama Khon Kufei telah mencatat bahwa Kerajaan Kediri telah mencapai kemakmuran dan kejayaan. Para pejabat pemerintahnya tidak diberi gaji tetap, tetapi mereka diberi sebidang tanah. Tanah itu digarap oleh rakyat secara bersama-sama dan hasilnya diserahkan kepana mentri.

Sebagai pembantu para Menteri adalah para punggawa menengah yang jumlahnya kira-kira 300 orang dan punggawa rendah kira-kira 1000 orang. Mereka tidak digaji dengan uang namun mendapat gaji tetap yang dibayar dengan emas. Hal ini menunjukkan bahwa kerajaan Kediri adalah suatu kerajaan yang makmur yang punya penghasilan tetap dari hasil perdagangan dan pertanian.

Keruntuhan Kediri
Raja Kediri yang terakhir adalah Kertaja (1216-1222). Ia bersifat angkuh dan memandang rendah terhadap para pemuka agama dan bangsawan. Kertajaya menganggap bahwa para pemuka agama hanyalah penasehat raja, maka oleh sebab itu, mereka adalah kasta kedua di bawah raja-raja.

Atas tindakan itu banyak para Brahmana dan kaum bangsawan yang mengungsi ke Tumapel daerah Malang. Di sana Ken Arok telah merebut kekuasaan dari Bupati Tunggul Ametung. Ken Arok menentang kerajaan Kediri.

Terjadi peperangan antara Kediri dengan Ken Arok, para Brahmana dan bangsawan banyak yang mendukung Ken Arok. Kertajaya raja Kediri yang terakhir mati dalam peperangan . Sejak saat itu kewenangan di tangan Ken Arok dan berakhirlah kerajaan Kediri.
Diterbitkan di: 11 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.