Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Haji Agus Salim

oleh: Stargoldman    
ª
 
Haji Agus Salim, 1884-1954, lahir di Kota Gadang, Sumatra Barat; wafat di Jakarta 4 November 1954. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah H.B.S. (Hogere Burgerschool) di Jakarta (1903), ia bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah (1906-11) sambil memperdalam pengetahuan dalam agama Islam dan bahasa Arab. Setelah kembali di tanah air, sejak 1915 mulai giat dalam pergerakan kebangsaan; menjadi anggota pimpinan SAREKAT ISLAM. Menggantikan Cokroaminoto, ketua CSI sebagai anggota Volksraad (1921-24). Pada waktu itu Sarekat Islam masih menjalankan politik cooperation, tetapi kemudian is mengundurkan diri dari Volksraad setelah Kongres Sarekat Islam yang ketujuh (1924) di Surabaya merumuskan sikap noncooperation terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Dalam Konperensi Perburuhan Internasional di Jenewa (1930) Haji Agus Salim ikut serta sebagai penasehat teknis delegasi N.V.V. (Nederlandsch Vcrbund van Vakvereenigingen). Dipilih nuujadi Kclua Dewan Partai Sarekat Islam (1935) tetapi karena pertentangan paham, meninggalkan Sarekat Islam (1936) dan mendirikan partai baru, PENYADAR. Ia juga aktif dalam gerakan Pan Islam yang mencita-citakan persatuan Islam semesta yang sejak lama telah dicetuskan di luar Indonesia.

Dalam perjuangan kemerdekaan sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, is ikut serta secara aktif, khususnya dalam lapangan diplomasi; pernah menjabat menteri muda luar negeri (Juni 1946-Juli 1947) dan menteri luar negeri (Juli 1947 -December 1949). Sehabis mengetuai delegasi Indonesia dalam Inter-Asian Relation Conference di New Delhi, India (1947), ia mengunjungi negara-negara Arab, yang pertama kerajaan Mesir pada 10 Juni 1947.

Pada waktu penyerbuan tentara Belanda di Yogya (19 December 1948) ikut ditangkap bersama-sama Presiden Sukarno dll. oleh Belanda dan diasingkan di Brastagi, kemudian Prapat dan akhirnya di pulau Bangka. Sesudah pemulihan kedaulatan Indonesia oleh Nederland (akhir 1949), kecuali tetap aktif sebagai penasehat dalam pemerintahan Republik Indonesia, juga mulai aktif dalam bidang pendidikan. Memberi kuliah tentang agama Islam di Cornell University, Amerika Serikat (1953). Menerima jabatan gurubesar pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Yogyakarta (1954), akan tetapi sebelum dapat bekerja dalam jabatan baru ini, meninggal dalam usia 70 tahun di Jakarta.
Diterbitkan di: 19 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.