Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Museum Fatahillah Jakarta

Museum Fatahillah Jakarta

oleh: dawet    
ª
 
Jika anda tertarik mengenal sejarah Jakarta, kunjungi Museum Fatahillah atau dikenal juga dengan Museum Batavia. Museum ini berlokasi di Jl. Taman Fatahillah No.2 Jakarta Barat. Gedung Museum Fatahillah, dulu bekas bangunan Balaikota yang dibangun pada periode tahun 1707-1710, bangunan gaya neoklasik abad 17 berlantai tiga, dengan luas 1.300 meterpersegi, dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Johan van Hoorn. Menurut para ahli, bangunan gedung museum ini mirip dengan Istana Dam di Amsterdam.

Ada sekitar 23.500 benda koleksi yang tersimpan di museum ini. Adapun koleksi yang tersimpan di museum ini meliputi hasil penggalian arkeologi di Jakarta, riwayat perjalanan sejarah Jakarta, repilka peninggalan masa Tarumanegara, mebel antik abad ke-17 sampai 19, koleksi kebudyaan Betawi, bekas penjara bawah tanah zaman kolonial Belanda, dan lain-lain yang tekait dengan eksistensi sejarah Jakarta. Museum Fatahillah mempunyai beberapa ruang yang terdiri dari Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang jakayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung dn Ruang MH. Thamrin.

Fasilitas yang ada di Museum Fatahillah adalah perpustakaan, café museum, souvenir shop, mushollah, ruang pameran dan pertemuan, taman dalam (luas 1000 m2). Jam buka museum: Selasa – Minggu pk.09.00 -15.00 win, Senin dan Hari Besar tutup.

Nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527 oleh Fatahillah. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta. Kemudian Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Tak mengherankan jika ada seorang ahli tata kota yang menyatakan bahwa arsitektur dan dan tata kota Jakarta merupakan copy-paste dari Amsterdam, karena kerinduan orang-orang Belanda terhadap tanah airnya.

Jakarta yang merupakan ibukota Jakarta mempunyai perjalanan sejarah yang panjang dan mengalami percepatan perubahan tiap tahunnya. Ribuan tahun lalu kawasan ini masih baru terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta, namun kini sulit mendapatkan ruang terbuka untuk taman kota sebagai ruang publik.

Pertemuan kultur Cina, Arab, Betawi, Portugis, Belanda dan beragam etnis lainnya membuat jejak rekam sejarah kultur masyarakatnya makin menarik dan mulktikultur. Dari pemukiman kecil menjadi megapolitan yang sangat kompleks seperti sekarang ini, itulah Jakarta. Sangat menarik mengunjungi Museum Fatahillah untuk mengenal lebih dekat Kota Jakarta.
Diterbitkan di: 18 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.