Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kebudayaan Pacitan

oleh: oxlay    
ª
 
Budaya Pacitan juga dikenal dengan nama tradisi kapak perimbas. Hasil budaya Pacitan dianggap sebagai alat budaya batu yang paling awal di Indonesia. Corak alat-alat tersebut masih kasar dan sederhana dalam teknik pembuatannya. Pakar yang melakukan penelitian di Pacitan adalah von Koenigswald.

Daerah persebaran kapak perimbas terutama terdapat di tempat-tempat yang banyak mengandung batuan yang cocok digunakan sebagai bahan pembuat alat-alat dari batu. Tempat-tempat penemuan tradisi kapak perimbas antara lain:
1. Punung, Pacitan, Jawa Timur (tempat penemuan yang terpenting)
2. Lahat, Sumatera Selatan
3. Awangbangkal, Kalimantan Selatan
4. Cabbenge, Sulawesi Selatan.

Pacitan merupakan tempat yang paling kaya dan menduduki tempat terpenting dalam penemuan alat-alat jenis paleolitik. Lebih dari dua ribu alat telah ditemukan pada zaman paleolitik. Menurut Movius, ciri-ciri kapak perimbas adalah sebagai berikut:
1. berbentuk besar
2. masif dan kasar buatannya
3. kulit batunya masih melekat pada permukaan alat.

Alat-alat dalam budaya Pacitan teknik pembuatannya menggunakan teknik perbenturan batu-batu dan penggunaan pecahan-pecahannya yang cocok untuk mempersiapkan jenis-jenis alat yang dikehendaki.

Budaya Pacitan diduga merupakan hasil karya dari manusia purba Pithecanthropus dan keturunannya. Pada hakikatnya, berbagai alat budaya Pacitan di atas tergolong dalam dua macam tradisi alat batu, yaitu tradisi batu inti dan tradisi batu serpih.

Contoh alat-alat budaya Pacitan adalah sebagai berikut:
1. Kapak perimbas, yaitu tajaman yang berbentuk konveks (cembung) atau kadang-kadang lurus diperoleh melalui pemangkasan pada salah satu sisi pinggiran batu sehingga kulit batu masih melekat pada sebagian besar permukaan batunya.
2. Kapak penetak (chopper), yaitu sebuah alat yang dipersiapkan dari segumpal batu yang tajamannya dibentuk liku-liku melalui penyerpihan yang dilakukan selang-seling pada kedua sisi pinggiran.
3. Pahat genggam, yaitu sebuah alat yang bentuknya hampir sama dengan bujur sangkar atau persegi empat panjang yang tajamannya disiapkan melalui penyerpihan terjal pada permukaan atas menuju pinggiran batu.
4. Kapak genggam awal, yaitu sebuah alat dari batu yang berbentuk meruncing. Teknik pemangkasan alat ini dilakukan pada satu permukaan batu untuk mendapatkan tajaman.

Diterbitkan di: 25 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian sosiologi menurut tokoh-tokoh penrintis lahirnya sosiologi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa gunanya kebudayaaan pacitan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    1+1 Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah arti dari welzenbeil dan kleinbeil ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tau rumahnya mbah suratmi ga?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    panjang :( Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis-jenis budaya pacitan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa faktor yang mendasari kebudayaan pacitan dan ngadom Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    chopper adalah hasil kebudayaan pacitan,yg diteliti oleh?......... ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    diteliti oleh E.Dubios. 20 Oktober 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    urutan yang tepat dalam perkembangan kehidupan manusia pada masa prasejarah adalah Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.