Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Kerajaan Islam Bone (Bugis)

Kerajaan Islam Bone (Bugis)

oleh: ijay     Pengarang : Tengku M.Hasan
ª
 
Kerajaan Bone berdiri sekitar tahun 1335. Raja Bone pertama yang masuk Islam adalah raja Bone ke-XI yang bernama LATENRI RAWE BONGKANG. Setelah masuk Islam beliau bergelar Sultan Adam. Raja-raja Bone yang masuk Islam terkenal keras dalam melaksanakan agama Islam.

Masuk Islam, didahului oleh kerajaan Gowa. Ketika raja Bone belum masuk Islam dan mengajak rakyatnya memeluk agama Islam, kerajaan Bone belum dianggap sederajad oleh kerajaan Gowa. Diutuslah seorang menteri dari Bone untuk menyampaikan hal tersebut. Raja Bone menolak ajakan dari raja Gowa. Penolakan berarti membuka jalan kepada peperangan.

Peperangan antara kerajaan Gowa dan Bone tak dapat dielakkan lagi. Menurut anggapan raja Gowa, peperangan ini adalah peperangan antara Islam dan Kafir.

Dalam peperangan itu, kerajaan Bone tak mampu menghadapi kerajan Gowa hingga mereka menyerah kalah. Selanjutnya, raja Bone memeluk Islam beserta rakyatnya. Raja Bone dengan giat mengajak rakyatnya memeluk Islam hingga penduduk di pelosok desa pun.

Kokohnya raja Bone memegang agama Islam terbukti sikap dari raja Bone:
- Raja Bone ke-13, yang memerintah pada tahun 1634 yaitu LA MADDA REMENG.
Ia melaksanakan hukuman berat bagi yang tidak melaksanakan agama Islam dengan benar.

- Raja Bone ke-31 LA PAWAWOI IKARAENG SIGERI, yang menduduki kerajaan tahun 1895.
Ia mengemukakan secara terbuka kepada segedap rakyatnya, mengharamkan Belanda untuk menjajah negeri Bone yang mengambil hasil negeri dan rakyat wajib memberikan perlawanan sampai titik darah terakhir terhadap kaum kafir.

Dari sejarah kerajaan Islam Bone dan Gowa di atas dapat kita lihat bahwa penerapan hukum Islam di masyarakat ditentukan oleh kebijaksanaan pimpinan tertinggi. Ya, sebagaimana kita tahu, seorag pemimpin tertinggi akan mampu bertindak dengan kekuasaan tangannya. Jadi, bobrok dan baiknya suatu negri banyak ditentukan oleh kuasa pemiminnya. Bagaimana dengan kehidupan masyarakat di bekas kerajaan Islam ini sekarang ya?
Diterbitkan di: 03 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kehidupan politik kerajaan bone Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ibrah tentang kerajaan bugis ?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.