Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Sikap Tokoh-tokoh Nasionalis Indonesia terhadap Jepang

Sikap Tokoh-tokoh Nasionalis Indonesia terhadap Jepang

oleh: yusfy0527     Pengarang : Agus Hadi
ª
 

Masuknya tentara Jepang ke Indonesia pada bulan-bulan pertama, kedua dan ketiga tahun 1942 kelihatannya mendapat sambutan dari penduduk setempat. Tokoh-tokoh nasionalis Indonesia seperti Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bersedia melakukan kerjasama dengan, baik dengan pemerintah Hindia-Belanda mereka bersikap non koopertif. Faktor-faktor yang menyebabakan adanya kerjasama adalah pertama kali kebangkitan bangsa-bangsa timur. Faktor lain adalah ramalan Joyobodo yang hidup di kalangan rakyat. Diramalkan bahwa akan datang orang kate yang menguasai Indonesia selama umur jagung dan sesudahnya akan dicapai kemerdekaan. Juga ada faktor diperkenalkan pendidikan Barat kepada orang-orang pribumi yang di butuhkan orang-orang Hindia Belanda pada masa jajahannya guna mengisi kekurangan tenaga-tenaga terlatih dan terdidik. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905.

George Kanahele memperlihatkan bahwa sebelum berlangsungnya Perang Dunia ke II telah terjadi hubungan di antara tokoh-tokoh nasionalis Indonesia dengan pihak Jepang. Diantaranya adalah Gatot Mangkupraja dan Hatta. Sesudah kunjungan ke Jepang pada akhir tahun 1933, Gatot mempunyai keyakinan bahwa Jepang dengan gerakan Pan-Asianya mendukung pergerakan nasional Indonesia.

Selanjutnya Kanahele menguraikan reaksi Hatta sesudah kunjungan ke Jepang pada tahun 1933. dikatakan bahwa meskipun ia dengan tegas menolak kegiatan imprealisnya, ia tidak mengekang ancaman dinamis Jepang terhadap rongrongan dari pihak Negara-negara Barat.

Faktor lain yang menyebabkan timbulnya simpati rakyat Indonesia terhadap Jepang adalah sikap keras Kepala Pemerintahan Hindia Belanda menjelang akhir masa kekuasaannya. Pada tahun 1938 setelah di tolak Petisi Sutarjo yang lunak itu, yang meminta agar diadakan konfrensi antara wakil-wakil Indonesia dan belanda untuk menyusun rencana pemerintahan sendiri bagi bangsa Indonesia dibawah kekuasaan pemerintah Belanda sesudah 10 tahun. Tahun berikutnya.

Berbeda dengan keadaan Hindia Belanda dimana pemerintah kolonial menekan kaum nasionalis Indonesia, maka pada jaman pendudukan Jepang golongan nasionalis diajak bekerjasama oleh penguasa. Dan dipihak lain kaum nasionalis Indonesia mengambil sikap kooperatif, maka pada jaman Jepang sebagian besar di antara mereka menempuh jalan kerjasama dengan pihak militer Jepang . kerjasama tersebut dilakukan secara berangsur-angsur membebaskan pemimpin nasionalis Indonesia yang sebelumnya di tawan atau dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda. Mereka yang mendapat kebebasan anatara lain Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Sahrir.

Tindakan pemerintah Jepang bertolak dari anggapan bahwa kaum naisionalis Indonesia sangat berpengaruh terhadap masyarakat, sehingga mereka perlu mengadakan kerjasama dengan pihak naionalis untuk memudahkan pengerahan potensi rakyat bagi usaha perangnya. Langkah itu di ikuti oleh kaum nasinalis lainnya seperti Ir. Soekarno, Mr.Moh. Yamin, Mr. Sartono, Dr. Buntaran Martoat, Dr. G.S.S.J. Ratu Langie, Otto Iskandardinata dan lain-lainnya. Tetapi di antara kaum nasionalis itu ada juga tokoh-tokoh yang menolak untuk bekerjasama dengan pihak Jepang. Diantaranya yang terkenal adalah Sultan Syahrir dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Sikap dr. Tjipto itu tidak hanya didasarkan pada pertimbangan yang bersifat politik. Tetapi karena kesehatannya semakin mundur.


Diterbitkan di: 24 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa pada masa pendudukan jepang, para tokoh pergerakan nasional mengambil sikap kooperatif ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa alasan tokoh2 seperti ir. soekarno dll bersikap kooperatif terhadap pemerintahan jepang?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah faktor penyebab timbulnya simpati rakyat indonesia terhadap jepang Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tokoh pelopor kerjasama di indonesia. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.