Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Bayazid Yildirim sang Kilat yang mengguncang Eropa

Bayazid Yildirim sang Kilat yang mengguncang Eropa

oleh: aforlan     Pengarang : Abu Fatah Grania
ª
 
Boleh saja Perang Kilat atau Blitzkrieg diidentikkan dengan Adolf Hitler. Adolf Hitler menggunakan doktrin perang kilat pada perang atau invasi Nazi Jerman terhadap Rusia. Tetapi doktrin perang ini sudah lama sekali digunakan oleh Sultan Utsmaniiyah yang bernama Bayazid Yildirim.
Ia menggunakan doktrin perang ini untuk mengalahkan lawan-lawannya di negara Balkan. Bayazid mengadakan perjanjian damai pada Serbia untuk mengamankan wilayah Utara. Ia memerangi sisa-sisa kekukatan Seljuk Rum. Tahun 797 H atau 1393 M, Bayazid berhasil mengalahkan Bulgaria. Ekspansi Sang Kilat tersebut sangat mengkhawatirkan Negeri Eropa.
Negara-negara Eropa seperti Jerman, Hungaria, Pernacis, Inggris, Skotlandia, Swiss, Venesia, Genoa, Wallachia, Polandia, Italia, dan beberapa negara lainnya membentuk pasukan kuat hingga 120.000 orang di saat Sultan sedang mengepung Byzantium atau Konstantinopel. Mereka bergerak ke arah Byzantium dan sempat mengadakan pembantaian muslim di Rahovo. Mereka menyeberang Sungai Danube dan tiba di Nicpolis. Rombongan pasukan tersebut tidak mengira jika pasukan Turki sudah berada di depan mereka di Nicopolis.
Perang Nicopolis-pun terjadi dengan kekuatan pasukan Turki yang hanya separuhnya atau 60.000 namun pasukan ini mempunyai disiplin dan semangat jihad yang tinggi. Kemenanganpun jatuh pada pasukan Utsmaniyyah.
Prestasi Bayazid memang perlu dibanggakan.Bayangkan Sultan yang hanya memimpin negeri Turki mampu memporak-porandakan hampir seluruh kekuatan Eropa. Ia sempat ujub dan menggelari diirnya sebagai Sultan Romawi.
Ia melanjutkan tekanan pada Byzantium kembali. Sayangnya Ia mendapat tantangan dari Timur Lenk yang mengaku sebagai penguasa dunia. Mau tidak mau Bayazid harus meladeni tantangan musuh yang terkenal kejam tersebut. Bayazid menghimpun 120.000 tentara untuk menghadapi setengah juta pasukan Timur Lenk. Timur Lenk dapat mengalahkan Bayazid dan membunuh beberapa anaknya. Timur Lenk menahan Bayazid hingga meninggal dunia. Melihat kekalahan Bayazid, negara-negara Eropa merasa lega dan senang sekali.
Diterbitkan di: 19 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.