Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit

Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit

oleh: oxlay    
ª
 
Pada saat tentara Kediri menyerang Kerajaan Singasari, pasukan Singasari yang dipimpin oleh Raden Wijaya tidak mampu melawan pasukan Kediri yang telah ditambah dengan pasukan Ardharaja yang mengkhianati. Pasukan Raden Wijaya cerai-berai dan Raden Wijaya bersama orang-orang kepercayaannya, yakni Sora, Nambi, Rangga Lawe, Pedang, dan Gajah Pagon meloloskan diri dari kepungan pasuka Kediri. Mereka melarikan diri ke utara dan sampailah di desa Kudadu. Dengan pertolongan Lurah Kudadu mereka menyeberang ke Madura, di sana diterima oleh Adipati Madura, Arya Wiraraja.

Setelah suasana perang mereda, Arya Wiraraja memohon kepada Raja Jayakatwang, agar Raden Wijaya yang telah menyatakan kesetiaannya diterima sebagai punggawa. Setelah Raden Wijaya menjadi punggawa dan mendapat kepercayaan dari Jayakatwang, ia memohon untuk diizinkan membangun desa di daerah Tarik. Pembangunan desa Tarik mendapat bantuan tentara dari Adipati Madura, Arya Wiraraja. Desa baru yang dibangun Raden Wijaya itu kemudian bernama Majapahit.

Pada tahun 1293, datang tentara Kubilai Khan, mendarat di Tuban untuk menghukum Kertanegara yang telah menghina utusan Kubilai Khan. Pendaratan tentara Cina itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya. Ia menjumpai komandan tentara Cina dan menyatakan, bahwa ia seorang yang memusuhi Raja Singasari dan sanggup membantu dan menjadi penunjuk jalan. Tentara Cina menghancurkan tentara Kediri dan menawan Jayakatwang serta anaknya Ardharaja, keduanya meninggal dalam tawanan. Kemudian Raden Wijaya berbalik mengadakan perlawanan terhadap tentara Cina dengan siasat perang gerilya. Siasat itu banyak menjatuhkan korban di pihak musuh. Perang gerilya itu berlarut-larut, kemudian komandan tentara Cina menganggap perang itu tidak berguna, karena mereka telah berhasil menjalankan tugasnya menghukum Raja Singasari. Para komandan Cina kemudian memutuskan untuk kembali ke negeri Cina.

Setelah tentara Cina meninggalkan Jawa, Raden Wijaya memegang semua kekuasaan dan menjadi Raja Majapahit. Sebagai raja ia bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

Diterbitkan di: 06 Nopember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.