Masa bercocok tanam seolah-olah merupakan suatu revolusi pada masa prasejarah. Pada masa ini kehidupan manusia mengalami perubahan yang besar. Mereka telah mengenal cara hidup seperti berikut ini:
a. Cara hidup dari meramu dan berburu berubah menjadi bercocok tanam di ladang ataupun di sawah.
b. Cara bertempat tinggal yang berpindah-pindah berubah menjadi menetap.
c. Bahan pembuat peralatan hidup dari batu kasar berubah menjadi batu halus.
d. Sistem kepercayaan mulai berkembang.
Pada saat manusia mulai hidup menetap adalah dengan memilih gua sebagai tempat tinggalnya. Biasanya gua yang dipilih adalah gua yang letaknya cukup tinggi, yaitu di lereng bukit dan dekat dengan mata air. Gejala-gejala mulai hidup menetap dengan cara bercocok tanam dan beternak diperkirakan mulai pada tahun 6000 SM. Melalui hidup menetap, manusia mulai mengembangkan kemampuannya atau kebudayaannya. Mereka mulai mengenal seni memperindah gua tempat tinggalnya dengan melukis atau membuat gambar hiasan di dinding gua. Lukisan atau gambar di gua itu, misalnya berbentuk gambar tangan, binatang atau lambang-lambang.
Jadi, jelaslah bahwa pada masa ini cara hidup manusia mulai berubah. Mereka mulai menetap di tempat tertentu dan bercocok tanam. Selanjutnya mereka mulai mendirikan rumah. Biasanya mereka tinggal bersama dalam satu rumah besar yang disangga oleh tiang-tiang tinggi. Tingkat peralatan hidup mereka juga semakin maju. Mereka tidak hanya membuat benda-benda dari batu dan tanah liat, tetapi juga dari logam. Peralatan ini tidak hanya sekedar untuk mencari makanan, tetapi juga dipergunakan untuk upacara-upacara keagamaan.
Mereka mulai hidup berkelompok. Kemudian berkembang menjadi kampung atau desa. Selanjutnya hidup berkembang dimulai dengan mengembangkan ekonomi produksi dengan bercocok tanam. Kehidupan mulai menetap dalam kelompok-kelompok perkampungan. Dalam kehidupan perkampungan seperti ini, mulailah terasa adanya kekurangan peralatan dan perlengkapan hidup. Lalu lahirlah kelompok undagi. Undagi adalah sekelompok orang yang memiliki keahlian menciptakan suatu barang. Mereka menguasai beberapa teknik pembuatan barang. Barang-barang yang dihasilkan adalah barang-barang cetakan dari logam seperti perunggu, besi, dan tembaga.