Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Fosil

oleh: HusniArdiansyah    
ª
 
Fosil (dari bahasa Latin fossus, "digali") adalah bangkai atau efek tinggalan hewan, tumbuhan dan kehidupan lainnya yang diawet sejak zaman purbakala. Keseluruhan fosil baik yang ditemukan maupun sebaliknya, dan penemuannya dalam pembentukan batu dan lapisan batuan endapan (strata) berfosil dikenal sebagai catatan fosil. Penelitian fosil merentas waktu geologi, pembentukan fosil, dan hubungan evolusi antara tekson (filogeni) adalah antara fungsi-fungsi terpenting dalam ilmu sains paleontologi.

Spesimen terawet tersebut mungkin dianggap "fosil" jika usianya melampaui usia minimum tertentu, yaitu biasanya 10,000 tahun dahulu. Oleh itu, usia fosil adalah semuda dari awal Epok Holosen sampai setua dari Eon Arkean beberapa ribu juta tahun. Pengamatan bahwa fosil tertentu dikaitkan dengan strata batuan tertentu memicu ahli geologi masa lalu untuk menggagas suatu skala waktu geografi pada awal abad ke-19. Perkembangan teknik pentarikhan radiometri pada awal abad ke-20 memungkinkan ahli geologi menentukan usia "mutlak" atau bernomor untuk berbagai strata ini, termasuk sekali fosil yang tertanam dalamnya.

Seperti kehidupan yang masih ada, fosil ini ada yang sehalus-halus sel bakteri tunggal yang berdiameter satu mikrometer saja, atau segergasi dinosaurus dan pohon yang bermeter-meter panjangnya dan dan berton-ton beratnya.

Fosil biasanya hanya mampu mengawet sebagian tubuh bangkai kehidupan itu, biasanya bagian itu sedikit banyak berubah menjadi mineral saat kehidupan itu hidup, seperti tulang dan gigi vertebrata, atau rangka luar invertebrata yang berkitin. Pengawetan jaringan lembut langka dalam catatan fosil. Efek-efek tinggalan kehidupan dalam hidupnya, seperti jejak kaki atau tinja (koprolit) buangan reptil, juga dihitung sebagai fosil, yaitu fosil jejak (atau iknofosil). Akhirnya, kehidupan kuno juga merusak yang tidak bisa dilihat oleh mata kasar tetapi bisa terdeteksi dalam bentuk sinyal biokimia; inilah fosil kimia atau biomarker namanya.
Diterbitkan di: 23 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa fosil tidak membusuk ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jenis - jenis manusia purba - penemunya - tempat di temukannya - kapan ditemukannya - ciri - ciri nya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana peranan fosil dalam evolusi? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    pikirr mii zjaa sndirii,,, ndg tau mii qw bozz... byee..byee 20 Maret 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.