Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Sejarah hubungan dagang dengan India dan Cina

Sejarah hubungan dagang dengan India dan Cina

oleh: oxlay    
ª
 
Kepulauan Indonesia letaknya sangat strategis bagi pelayaran dan perdagangan dunia. Bangsa-bangsa lain banyak yang singgah dan berdagang di tanah air kita. Jalur perdagangan dunia pada zaman lampau melalui dua jalur, yaitu jalur darat dan jalur laut. Jalur darat disebut jalan sutera, karena barang utama yang diperdagangkan adalah kain sutera buatan China yang sangat mahal harganya. Adapun jalur kedua adalah jalan melalui laut. Jalur laut ini dimulai dari Cina melalui perairan Indonesia dan Selat Malaka menuju India. Dari India ini kemudian ada yang ke Teluk Persia melalui Suriah ke Laut Tengah dan ada pula yang melalui Laut Merah sampai Laut Tengah.

Pada awal abad pertama masehi, perdagangan antara Cina, India, dan daerah sekitar Laut Tengah melalui jalan sutera sangat ramai. Namun jalan darat ini menjadi tidak aman akibat banyaknya perampok. Para pedagang kemudian beralih melalui jalan laut yang terdekat, yaitu antara India dengan Cina dan berlabuh di Selat Malaka. Jalur perdagangan melalui Selat Malaka menjadi ramai, maka bermunculanlah bandar-bandar tempat para pedagang menjual dan membeli barang dagangan. Di Selat Malaka ini banyak pula para pedagang dari Indonesia, yang turut serta dalam perdagangan tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, hubungan dagang antara India dan Cina berkembang semakin pesat. Dari Cina, India memperoleh sutera dan barang-barang porselen. Sedangkan India banyak mengekspor barang-barang dari gading, tenunan halus, dan barang ukiran. Kontak perdagangan ini melibatkan pula para pedagang Indonesia. Para pedagang India dan Cina ini banyak yang membeli barang dagangan dari Indonesia, yaitu rempah-rempah, kayu cendana, emas, perak dan lain-lain. Cengkeh yang ketika itu merupakan salah satu hasil kepulauan Indonesia bagian timur menjadi barang dagangan yang sangat dicari oleh para pedagang India.

Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa pelayaran niaga yang melintasi Laut Cina Selatan untuk pertama kalinya terjadi sekitar abad ke-3 masehi. Hal ini ditunjukkan dengan kedatangan orang-orang Cina ke Indonesia, seperti Fa-hsien, Hwi-ning, I-tsing, dan lain-lain. Hubungan dagang dengan India dan Cina telah menempatkan Indonesia dalam jalur perdagangan internasional pada zaman kuno. Hubungan dagang dengan India ini menyebabkan terjadinya perubahan corak kehidupan bangsa Indonesia pada waktu itu.

Diterbitkan di: 03 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan jalur perdagangan melalui jalur laut Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan sejarah hukum dagang didaerah china ! Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    rute penjelajahan samudera oleh bangsa Inggris Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Rute penjelajahan samudera oleh Belanda? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah akulturasi budaya india dan indonesia Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    prasasti ada jaman kerajaan tarumanegara Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jalur perdagangan antara india dan cina serta dampaknya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jalur perdagangan antara india dan cina melalui indonesia serta dampaknya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jalur perdagangan antara india dan cina serta danpaknya bagi kehidupan masyarakat indonesia Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yg dimaksud dengan jalur emas Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. tiara_dreamies

    tanya

    selain jalur sutra khan da jalur emas thu ketnya apa????

    0 Nilai 12 Februari 2012
X

.