Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Mengenang Pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962

Mengenang Pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962

oleh: PenulisOnline    
ª
 
Mengenang Pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962

Pertempuran Laut Arafuru adalah salah satu pertempuran laut terhebat dari pahlawan-pahlawan nasional kita dalam membela dan mempertahankan sejengkal tanah, udara dan laut dari teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pertempuran ini yang begitu heroik, telah lahir banyak pahlawan-pahlawan nasional yang berjuang tanpa pamrih dalam kepentingan bangsa walau dari segi persenjataan melawan kekuatan asing sangat tidak seimbang. Salah satu yang terkenal dalam pertempuran Laut Aru adalah Komodor Laut Yos Sudarso.

Sungguh-sungguh heroik pertempuran laut tersebut walau sangat tidak seimbang..

Pertempuran Laut Arafuru sendiri sangat berkaitan dengan operasi trikora yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Belanda, yang terus menerus menyatakan bahwa Irian Barat bukan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pertempuran Laut Aru sendiri sebenarnya sama sekali tidak direncanakan oleh Pihak RI, mengingat persenjataan dan kapal perang yang dimiliki sama sekali tidak memadai bila harus bertempur frontal satu lawan satu dengan kapal perang yang dimiliki oleh Belanda pada saat itu.
Peristiwa itu sendiri bermula dari upaya untuk "memasukkan " sukarelawan dari orang-orang asli Irian ke kawasan Irian dengan "menumpang" kapal Perang Angkatan Laut Republik Indonesia.
Tersebutlah nama kapal-kapal bersejarah itu adalah KRI Harimau, KRI Macan Tutul dan KRI Macan Kumbang.
Kolonel Soedomo adalah pimpinan dari upaya "inflitrasi" yang berbahaya, rawan dan tingkat resiko kegagalan yang amat tinggi..
Mendengar rekan sejawatnya pergi, Deputi I Angkatan Laut, Komodor Laut Yosaphat Sudarso juga menyatakan pergi dalam "inflitrasi". Kolonel Soedomo yang tahu bahwa dampak politisnya bila Komodor Yos Sudarso berangkat, karena posisi Komodor Yos Sudarso adalah orang nomor 2 di Angkatan Laut waktu itu. Dengan halus Kolonel Soedomo menyarankan Kolonel Yos Sudarso tidak ikut. Namun Komodor Yos Sudarso ngotot ingin berangkat dan tidak bisa dihalan-halangi lagi.
Dan yang terburuk terjadi, ketika iring-iringan kapal perang indonesia dideteksi oleh radar Belanda..Karena persenjataan yang tidak seimbang, Kolonel Soedomo memerintahkan semua kapal untuk menghindar dan berbalik arah untuk tidak melawan secara frontal kapal-kapal perang Belanda.
Namun, kapal yang ditumpangi Komodor Laut Yos Sudarso (KRI Macan Tutul) dalam beberapa cerita malah mendatangi kapal-kapal perang Belanda dan membiarkan KRI Macan Tutul menjadi sasaran dan bulan-bulanan dan menyelamatkan 2 kapal perang Indonesia lainnya.
Dan KRI Macan Tutul akhirnya tenggelam dihajar oleh rudal-rudal kapal Belanda, Komodor Yos Sudarso, Kapten Kapal Kapten Wiratno dan beberapa ABK Kapal tewas tenggelam bersama KRI Macan Tutul.
Untuk mengenang keberanian dan jiwa patriotisme itu, tiap tanggal 15 Januari diperingati sebagai Hari Dharma Samudra

Diterbitkan di: 29 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    daftar nama penumpang KRI macan tutul mana? please info agung072@yahoo.com Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Komodor Yos Sudarso pantas dicontoh oleh para prajurit kita utamanya TNI AL Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. SuhadiMukhan

    sip

    okey deh......

    30 Nilai 14 Mei 2011
  2. 1. udin

    heroik

    kisah yang sangat heroik.... menggugah....

    32 Nilai 02 Mei 2011
X

.