Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Profil dr Muwardi

oleh: AdhyzalKandarY     Pengarang : Arya Ajisaka
ª
 

Profil dr Muwardi


Lahir : Pati, Jawa Tengah 1907
Wafat : Solo, 13 September 1948
Makam : -


Dr Muwardi adalah seorang dokter lulusan School Tot Opleiding Voor Indische Artsen (STOVIA). Lulus dari sekolah dokter tersebut, ia kembali memperdalam ilmunya dengan mengambil spesialisasi Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Selain itu beliau (dr Muwardi) aktif di organisasi Jong Java, serta aktif di Kepanduan dan pernah menjadi pemimpin umum Pandu Kebangsaan (Kepanduan Bangsa Indonesia).
Dr Muwardi memiliki peran penting pada saat menjelang dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketika itu ia sudah menjadi ketua Barisan Pelopor untuk seluruh Jawa. Tanggal 16 Agustus 1945, ia memerintahkan Barisan Pelopor untuk menjaga Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Monas) yang rencananya akan digunakan sebagai tempat pembacaan teks proklamasi. Usai proklamasi, Barisan pelopor Istimewa juga dibentuk oleh dr Muwardi untuk menjaga rumah dari Presiden dan Wakil Presiden yang juga proklamator (Soekarno-Hatta).

Namun akhirnya dr Muwardi merasa perlu memindahkan barisan pelopor ke Solo pada awal tahun 1946 dan merubah namanya menjadi Barisan Banteng. Pertimbangannya, situasi di Jakarta ketika itu semakin memanas dan tugas dari Barisan Pelopor sudah dapat diambil oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Di Solo, dr Muwardi mendirikan Sekolah kedokteran dan membentuk gerakan rakyat untuk melawan aksi-aksi brutal yang dilancarkan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). PKI terkenal kejam dan tidak segan-segan menyingkirkan lawan-lawan politiknya dengan cara membunuh. PKI sendiri melakukan pemberontakan di Madiun pada tanggal 13 September 1948. Ketika itu PKI juga meneror penduduk dengan cara melakukan serangkaian penculikan dan pembunuhan. Dr Muwardi sendiri turut menjadi korban kebiadaban PKI tersebut. Ia diculik dan dibunuh pada saat akan pergi menjalankan praktek sebagai dokter di Rumah sakit Jebres.

Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada dr Muwardi dengan SK Presiden RI no 190 tahun 1964.

Sumber : Buku Mengenal pahlawan Indonesia, Arya Ajisaka
Diterbitkan di: 19 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    gan saya punya PR.. hal yang bisa di contoh dari Dr.Muwardi? pliss di butuh kan pada tanggal 29-10-2013.. di bantu ya gan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah Dr.Muwardi adalah salah satu walikota Jakarta? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana sambutanya bersama walikota suwiryo Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.