Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Biografi Sultan Agung Hanyokrokusumo

Biografi Sultan Agung Hanyokrokusumo

oleh: qizzary     Pengarang : Arya Ajisaka
ª
 
Biografi Sultan Agung Hanyokrokusumo

Lahir : Yogyakarta, 1591
Wafat : Yogyakarta, 1645
Makam : Pemakaman Raja-raja Imogiri


Sultan Agung Hanyokrokusumo diangkat sebagai Raja Mataram dengan menggantikan ayahnya , Raden Mas Jolang, pada tahun 1613. Di Bawah pemerintahannya (Sultan Agung), Kesultanan Mataram mencapai kejayaannya sebagai Kerajaan terbesar di Pulau jawa pada saat itu. Sultan Agung adalah raja yang tidak pernah mau berkompromi dan bekerjasama dengan VOC. Ia bahkan dua kali menyerang kedudukan VOC di Batavia.
Penyerangan pertama pada tahun 1628 dipimpin oleh Tumenggung Baurekso dan beberapa panglima perang lainnya. Namun serangan ini dapat dipatahkan oleh belanda. Wabah penyakit serta kekurangan pasokan air dan makanan menjadi sebab gagalnya serangan ini.
Pada tahun 1629, Sultan Agung kembali memerintahkan pasukan Mataran untuk menyerang Batavia. Penyerangan ini dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Meskipun telah dipersiapkan dengan baik, termasuk dengan membangun lumbung-lumbung padi di sekitar perjalanan pasukan, namun rencana ini bocor ke tangan VOC dan akhirnya lumbung-lumbung padi tersebut dibakar oleh belanda.
Selain itu wabah kolera turut memperburuk kondisi pasukan Kesultanan Mataram. Meskipun demikian, pasukan Mataram berhasil menguasai dan menghancurkan benteng Hollandia. Selain itu dalam penyerangan kali ini sukses dimana Gubernur Jenderal VOC JP Coen tewas karena wabah kolera yang juga lagi mewabah pada saat itu.
Dari kedua penyerangan tersebut, Sultan Agung berhasil menarik kesimpulan dan bersiap untuk menyerang Batavia untuk yang ketiga kalinya, namun sayang Sultan AGung keburu wafat sebelum mengadakan penyerangan yang ketiga kalinya.
Penggantinya Amangkurat I (1645-1677) adalah raja yang lemah dan tidak kuat menghadapi Belanda dan bahkan mau bekerjasama dengan Belanda
Untuk menghormati jasa-jasa Sultan Agung, Pemerintah menganugerahkan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No 106/TK/1975.

Sumber : Buku Mengenal Pahlawan Indonesia, karta Arya Ajisaka
Diterbitkan di: 15 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    siapa nama ibu sultan ter sebut? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    ratu adil 23 Januari 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tlong d.tnjukkan tmpt tgl lhir dan wfatnya sultan agung ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    lahir diyogyakarta 1591 wafat diyogyakarta 1645 23 Januari 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. unzy

    amel

    seperti apa kalau sekarang masih ada penjajah

    1 Nilai 10 Desember 2012
X

.