Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sejarah Aborsi

oleh: matamata     Pengarang : Naning Pranoto
ª
 
Di Mesir kuno, tercatat dalam lembaran-lembaran daun papirus bahwa aborsi telah dilakukan semenjak tahun 1550 SM. Sedangkan di Cina, praktik aborsi sudah terjadi sekitar tahun 515 SM. Pada mulanya, pembunuhan terhadap calon jabang bayi ini hanya dilakukan oleh selir-selir istana. Kaisar Shennong secara langsung turun tangan dalam proses aborsi dengan menggunakan bubuk merkuri. Sayangnya tidak disebutkan tata cara penggunaan bubuk merkuri tersebut. Entah diminumkan atau sekedar dioleskan.

Ketika merkuri dianggap sangat berbahaya, maka ditempuhlan jalan yang dinilai lebih alami untuk melakukan aborsi. Yang dimaksudkan dengan cara alami adalah di mana perempuan hamil diwajibkan melakukan kegiatan fisik yang keras agar janinnya gugur dengan sendirinya. Diantaranya adalah dengan mengangkat barang-barang berat, memanjat tebing, mendayung, menunggang kuda, atau angkat besi. Ada juga yang disarankan duduk di atas bara batok kelapa, perutnya direndam air panas, minum air merica dan sari mentimun yang dicampur dengan bubuk daun salam. Cara-cara tersebut diyakini mampu meluruhkan janin degan cepat. Lagipula dapat dilakukan secara mandiri oleh perempuan yang menginginkan aborsi.

Di Yunani, aborsi dilakukan dengan bantuan dukun yang disebut juga dengan bidan. Mereka melakukan aborsi dengan cara memasukkan alat berbentuk spiral untuk mengeluarkan janin dalam kandungan dengan cara kuret. Spiral tersebut dibubuhi merica dan bubuk kemenyan. Setelah janin dikeluarkan, perempuan yang diaborsi diberi ramuan jamu untuk mencegah infeksi. Untuk memulihkan kesehatan, diberi minum susu campur madu lebah hutan.

Perempuan Maori di Selandia Baru melakukan aborsi dengan mengikatkan ikat pinggang kuat-kuat di perutnya. Hal semacam ini juga populer di kalangan perempuan Eropa abad 16. Bedanya, perempuan Eropa menggunakan korset untuk mengikat perutnya sampai janin di kandungan hancur.

Sistem pijat untuk menggugurkan janin dipraktekkan di Jepang, Korea, dan Kamboja. Namun, petani perempuan miskin di Jepang tetap menerapkan metode 'ikat pinggang' untuk menggugurkan janinnya.

Abad ke-19 praktik aborsi sudah menggunakan sistem medis, antara lain dengan sistem sedot menggunakan pipa dan aneka macam pil. Pada mulanya dipraktekkan di Perancis, kemudian menyebar di berbagai negara eropa kemudian sampai Amerika dan Kanada.

Diterbitkan di: 12 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    HAL MANA YANG YANG BISA DI PAKAI DAN AMAN UNTUK USIA 5 BULAN,.,,.,MOHON PENCERAHANNYA,.,.. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.