Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Sebulan Penuh Mengenang Rasullullah SAW

Sebulan Penuh Mengenang Rasullullah SAW

oleh: Jaharalparisi     Pengarang : Abdul Hakim - Majalah alKisah no.09
ª
 
Sekelompok pengajian di kota Solo, Jawa Tengah, telah mengadakan acara Maulud Nabi setiap hari salama sebulan penuh,. Saya kira ini adalah suatu acara ulang tahun terlama yang pernah diadakan di negeri ini.

Mencintai Nabi SAW adalah termasuk pokok keimanan yang bergandengan dengan cinta keapada Allah Aza wa Jalla. Allah telah verfirman dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya : " Katakanlah " Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudaara,isteri-isteri, kaum keluargumu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-ruamah yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya,maka tunggulah sampai Allah mensatangkan keputusan-Nya, Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Keimanan seseorang muslim tidak akan sempurna kecuali dengan mencintai utusan Allah, yakni Nabi Muhammad SAW, bahakan tidak sah imannya kecuali dengan lebih menghormati beliau daripada ayahnya, anak-anaknya dan orang-orang yang berbuat baik kepadanya, siapa yang tidak memiliki aqidah seperti ini, maka bukanlah ia seorang muslim. Rasulullah bersabada " Tidak sempurna iman salah salah seorang diantara kamu sampai aku lebih dicintainya daripada anaknya, orangtuanya dan manusia seluruhnya. ( hR. Bukhari dan Muslim )

Memang setiap orang berhak mengklaim dirinya sebagai pecinta Nabi, tapi klaim tersebut tidak akan bermenfaat dengan hanya sekedar memperingati hari kelahiranya tanpa dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya dan berpegang teguh pada petunjuknya.

Sejarah Peringatan Maulud Nabi
Pada awalnya peringatan maulud nabi di selenggarakan oleh Raja Irbil ( di negara Irak sekarang ). pada abad ke empat Hijriah. Pada waktu itu kerajaan Irbil yang dipimpin oleh Raja Malik Muzhaffar Abus Said
terancam diserang oleh tentara Mongol dibawah pimpinan Jenngis Khan untuk di ekspansi.
Untuk mempertahankan kedaulatan negaranya, raja Malik Muzhaffar berupaya mengerahkan segenap kekuatan yang ada, baik milter maupun kekuatan rakyat (people power), untuk tujuan tersebut dia berinisiatif mengumpulkan seluruh lapisan masyarakat dan mengadakan acara bertajuk Maulud Nabi .
Acara tersebut diadakan selama tujuh hari tujuh malam disertai dengan pekan raya. Pada kesempatan tersebut raja Malik Muzhaffar berpidato untuk menggelorakan semangat juang rakyatnya dengan mengacu pada kepahlawanan dan keberanian Nabi Muhammad dalam menegakkan dan mempertahankan Islam.
Raja Malik Muzhaffar berhasil dengan gemilang, semangat juang rakyatnya meluap-luap, sehingga berhasil memukul mundur tentera Jengis Khan, dan kerajaan Irbil tetap eksis sebagai negara yang berdaulat dibawah pimpinan raja Malik Muazhaffar.

Fakta sejarah membuktikan bahwa motivasi orang yang pertama ( raja Irbil) mengadakan maulud nabi bukan atas dasar cinta kepada Rasul, melainkan untuk mengumpulkan masyarakat dengan tujuan politis.
Dalam sejarah, peringatan maulud nabi tidak pernah ditemukan pada masa Nabi SAW dam masa tiga genarasi pertama yang disebut sebagai generasi terbaik umat ini, hal mana yang menyebabkan banyak diantara ulama yang mengingkarinya dan memasukkannya kedalam bd'ah.

Sekiranya peringatan maulud nabi merupakan bentuk sukur kepada Allah, niscaya para sahabat, para tabi' dan tabi'in serta para imam mazhab sangat antusias untuk melakukannya, karena mereka orang-orang yang pandai bersukur dan lebih cinta kepada Rasul.

Diterbitkan di: 30 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.