Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Kerajaan Gowa-Tallo, Kekuatan Perkasa Abad XVI

Kerajaan Gowa-Tallo, Kekuatan Perkasa Abad XVI

oleh: ranren     Pengarang : Randy
ª
 
Di Sulawesi Selatan pada abad 16 terdapat beberapa kerajaan di antaranya Gowa, Tallo, Bone, Sopeng, Wajo dan Sidenreng.
Masing-masing kerajaan tersebut membentuk persekutuan sesuai dengan pilihan masing-masing.

Salah satunya adalah kerajaan Gowa dan Tallo membentuk persekutuan pada tahun 1528, sehingga melahirkan suatu kerajaan yang lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Makasar. Nama Makasar sebenarnya adalah ibukota dari kerajaan Gowa dan sekarang masih digunakan sebagai nama ibukota propinsi Sulawesi Selatan.
Secara geografis daerah Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di jalur pelayaran (perdagangan Nusantara). Bahkan daerah Makasar menjadi pusat persinggahan para pedagang baik yang berasal dari Indonesia bagian Timur maupun yang berasal dari Indonesia bagian Barat.
Dengan posisi strategis tersebut maka kerajaan Makasar berkembang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara.

Kehidupan Politik
Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukan oleh Datuk Robandang/Dato’ Ri Bandang dari Sumatera, sehingga pada abad 17 agama Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan, bahkan raja Makasar pun memeluk agama Islam.
Raja Makasar yang pertama memeluk agama Islam adalah Karaeng Ma’towaya Tumamenanga Ri Agamanna (Raja Gowa) yang bergelar Sultan Alaudin yang memerintah Makasar tahun 1591 – 1638 dan dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) bergelar Sultan Abdullah. Sejak pemerintahan Sultan Alaudin kerajaan Makasar berkembang sebagai kerajaan maritim dan berkembang pesat pada masa pemerintahan raja Muhammad Said (1639 – 1653).
Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin (1653 – 1669). Pada masa pemerintahannya Makasar berhasil memperluas wilayah kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. Ia berhasil menguasai Ruwu, Wajo, Soppeng, dan Bone.Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke Nusa Tenggara Barat.
Daerah kekuasaan Makasar luas, seluruh jalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasainya. Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat anti kepada dominasi asing. Oleh karena itu ia menentang kehadiran dan monopoli yang dipaksakan oleh VOC yang telah berkuasa di Ambon. Untuk itu hubungan antara Batavia (pusat kekuasaan VOC di Hindia Timur) dan Ambon terhalangi oleh adanya kerajaan Makasar. Dengan kondisi tersebut maka timbul pertentangan antara Sultan Hasannudin dengan VOC, bahkan menyebabkan terjadinya peperangan. Peperangan tersebut terjadi di daerah Maluku.
Dalam peperangan melawan VOC, Sultan Hasannudin memimpin sendiri pasukannya untuk memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku. Akibatnya kedudukan Belanda semakin terdesak. Atas keberanian Sultan Hasannudin tersebut maka Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur. Upaya Belanda untuk mengakhiri peperangan dengan Makasar yaitu dengan melakukan politik adu-domba antara Makasar dengan kerajaan Bone (daerah kekuasaan Makasar). Raja Bone yaitu Aru Palaka yang merasa dijajah oleh Makasar mengadakan persetujuan kepada VOC untuk melepaskan diri dari kekuasaan Makasar. Sebagai akibatnya Aru Palaka bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makasar.
Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.

Isi dari perjanjian Bongaya antara lain:
a. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar.
b. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar.
c. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar.
d. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.

Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.
Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.

Kehidupan Ekonomi
Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor :
• letak yang strategis,
• memiliki pelabuhan yang baik
• jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah ke Indonesia Timur.

Sebagai pusat perdagangan Makasar berkembang sebagai pelabuhan internasional dan banyak disinggahi oleh pedagang-pedagang asing seperti Portugis, Inggris, Denmark dan sebagainya yang datang untuk berdagang di Makasar.

Pelayaran dan perdagangan di Makasar diatur berdasarkan hukum niaga yang disebut dengan ADE’ ALOPING LOPING BICARANNA PABBALUE, sehingga dengan adanya hukum niaga tersebut, maka perdagangan di Makasar menjadi teratur dan mengalami perkembangan yang pesat.
Selain perdagangan, Makasar juga mengembangkan kegiatan pertanian karena Makasar juga menguasai daerah-daerah yang subur di bagian Timur Sulawesi Selatan.

Kehidupan Sosial Budaya
Sebagai negara Maritim, maka sebagian besar masyarakat Makasar adalah nelayan dan pedagang. Mereka giat berusaha untuk meningkatkan taraf kehidupannya, bahkan tidak jarang dari mereka yang merantau untuk menambah kemakmuran hidupnya.
Walaupun masyarakat Makasar memiliki kebebasan untuk berusaha dalam mencapai kesejahteraan hidupnya, tetapi dalam kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Norma kehidupan masyarakat Makasar diatur berdasarkan adat dan agama Islam yang disebut PANGADAKKANG. Dan masyarakat Makasar sangat percaya terhadap norma-norma tersebut.
Di samping norma tersebut, masyarakat Makasar juga mengenal pelapisan sosial yang terdiri dari lapisan atas yang merupakan golongan bangsawan dan keluarganya disebut dengan “Anakarung/Karaeng”, sedangkan rakyat kebanyakan disebut “to Maradeka” dan masyarakat lapisan bawah yaitu para hamba-sahaya disebut dengan golongan “Ata”.
Dari segi kebudayaan, maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo.
Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara.
Diterbitkan di: 21 Nopember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    makassar terdiri atas beberapa kota yaitu Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Ada seorang Putra Raja Makassar yang telah berhijrah bersama pasukannya ke Singapura & membuka sebuah kampung nelayan yang hebat pada penghujung abad ke 17. Kampung bernama Siglap. Siapakah Raja ini? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor kemajuan sama faktor kemnduran mana ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa terdapat lapisan sosial (seperti kasta) , padahal kerajaan Gowa-Tallo adalah kerajaan Islam ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    itu salah satu budaya masyarakat gowa yang memiliki pelapisan sosial, tapi itu tidak seperti kasta pada agama hindu 31 Mei 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tahun berdiri kerajaan gowa? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    mengenai tahun berdirinya kerajaan gowa itu tidak bisa dipastikan tapi lontara memperkirakan kerajaan gowa berdiri pada sekitar tahun 1300 masehi. 31 Mei 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa bukti peninggalan kerajaan banten ( 3 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    karena memang 11 Agustus 2014
  1. Jawaban  :    bukti peninggalan kerajaan gowa, yaitu adanya catatan kronik pada lontara sulawesi selatan, dan adanya benteng seperti benteng sombaopu dan fort rotterdam 31 Mei 2014
  1. Jawaban  :    kerajaan gowa tidak runtuh hanya kalah dari belanda dan dipaksa menanda tangani perjanjian bongaya, tetapi perlawanan rakyat makassar terus berlanjut sampai kemerdekaan, bukan cuma itu kerajaan bone yang tadinya membantu belanda melawan gowa, akhirnya berbalik memerangi belanda pula. 31 Mei 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa penyebab runtuhnya kerajaan ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    2 25 April 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kpan kerajaan gowa tallo runtuh atau pecah? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    penyebab berkembangnya kerajaan gowa dan tallo Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah Andi Pangerang Petta Rani keturunan raja Gowa? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    raja-raja di sulawesi memiliki keturunan dari semua raja-raja yang ada, contohnya andi pangeran pettarani walaupun dia raja dari bone tapi dia masih memiliki hubungan darah dengan raja-raja gowa 31 Mei 2014
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 5. fahar

    kerajaan gowa tallo

    saya senang dengan uraian singkat sejarah kerjaan gowa-tallo yang ada dalam rubrik ini, bahakan jika bisa ditingkatkan dan diceritakan lebih detail, sehingga jika kita membacanya seolah-olah kita berada pada masa itu.

    1 Nilai 20 Desember 2012
  2. 4. apriska

    sejarah

    makasih saya sdh menemukan nama raja raja

    0 Nilai 24 September 2012
  3. 3. ayu

    ayu

    matur nuwun

    0 Nilai 06 Agustus 2012
  4. 2. mas'ud said

    guru

    informasi yang cukup membantu siswa mengrjakan pr nya

    1 Nilai 30 September 2011
  5. 1. nadhifa saraswati

    ga tau

    penjelasnnya kurang jelas, saya mau tau pemerintahan nya seperti apa, tp disitu tidak ada....................?

    3 Nilai 23 Mei 2011
X

.