PELEBURAN SEMPURNA KE DALAM TUHAN
Dengan tatapan yang pasti
Aku memandang Allah setelah Dia membebaskan
diriku dari semua makhluk-Nya, menerangi diriku dengan cahaya-Nya, membukakan keajaiban-keajaiban rahasia-Nya dan menunjukkan
kebesaran-Nya kepadaku. Setelah menatap Allah aku pun memandang diriku dan merenungi rahasia serta hakikat diriku ini. Cahaya diriku adalah kegelapan jika dibandingkan dengan cahaya-Nya, kebesaran diriku sangat kecil jika dibanding dengan kebesaran-Nya,
kemuliaan diriku hanyalah kesombongan yang sia-sia dibanding dengan kemuliaan-Nya. Di dalam Allah segalanya suci, sedang di dalam diriku segalanya kotor dan cemar. Bila kurenungi kembali, maka tahulah aku bahwa aku hidup karena cahaya Allah. Aku menyadari kemuliaan diriku bersumber dari kemuliaan dan kebesaran-Nya. Apa pun yang telah kulakukan, hanya karena kekuasaan-Nya. Apa yang telah terlihat oleh mata lahirku, sebenarnya melalui Dia. Aku memandang dengan mata keadilan dan realitas, segala kebaktianku bersumber dari Allah, bukan dari diriku sendiri, sedang selama ini aku beranggapan bahwa akulah yang berbakti kepada-Nya.
Ringkasan lain tentang Peleburan Sempurna Kedalam Tuhan