Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Filsafat > SAINS NORMAL DAN REVOLUSI SAINS (KUHN)

.

SAINS NORMAL DAN REVOLUSI SAINS (KUHN)

Summary rating: 2 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Elvira Syamsir
Summary by : anin
Kunjungan : 196  kata: 900   Diterbitkan di: Maret 18, 2008


Peran sejarah

Rekaman sejarah ilmu merupakan titik awal pengembangan
ilmu karena merupakan rekaman akumulasi konsep untuk melihat bagaimana hubungan
antara pengetahuan dengan mitos dan takhayul yang berkembang.  Sejarah ilmu diguna-kan untuk mendapatkan dan
mengkonstruksi wajah ilmu pengetahuan dan kegiat-an ilmiah yang sesungguhnya
terjadi.  Hal-hal baru baru yang
ditemukan pada suatu masa menjadi unsur penting bagi pengembangan ilmu di masa
berikutnya. 

Sains lebih dicirikan oleh paradigma dan
revolusi yang menyertainya. Dari rekaman sejarah ilmu bisa diketahui bahwa terjadinya
perubahan-perubahan men-dalam selama sejarah ilmu tidak didasarkan pada upaya
empiris untuk membukti-kan suatu teori atau sistem, tetapi melalui
revolusi-revolusi ilmiah. Sehingga, kemajuan ilmiah pertama-tama bersifat
revolusioner dan bukan kumulatif.

Pergeseran
paradigma adalah istilah
untuk menggambarkan terjadinya di-mensi kreatif pikiran manusia dalam bingkai
filsafat. Pergeseran paradigma meru-pakan letupan ide yang merangsang timbulnya
letupan ide-ide yang lain, yang ter-jadi terus-menerus, sambung menyambung,
baik pada orang yang sama maupun orang yang berbeda. Reaksi berantai ini
akhirnya menjadi kekuatan yang bisa me-rubah wajah dan tatanan dunia serta
peradaban manusia ke arah suatu kemajuan.


Paradigma dan sains normal

Paradigma merupakan kerangka referensi
yang mendasari sejumlah teori maupun praktik-praktik ilmiah nyata yang diterima
dalam periode tertentu. Saat  pertama
kali muncul, masih sangat terbatas baik cakupan maupun ketepatannya tetapi
menjanjikan suatu keberhasilan. Paradigma memperoleh statusnya karena lebih
berhasil dari saingannya dalam memecahkan masalah keilmuan yang diang-gap rawan.

Paradigma membimbing kegiatan ilmiah dalam
masa sains normal sehing-ga ilmuwan bisa mengembangkan secara rinci dan
mendalam, dan tidak sibuk de-ngan hal-hal yang mendasar. Pada sains normal,
ilmuwan tidak bersikap kritis ter-hadap paradigma yang membimbing aktifitas
ilmiahnya. Tiga fokus kajian sains normal adalah memperluas pengetahuan tentang
fakta, meningkatkan kesesuaian antara prakiraan paradigma dan artikulasi lebih
lanjut. 

Kegiatan ilmiah ada dua yaitu pemecahan
teka-teki (puzzle solving) dan penemuan paradigma baru.  Dalam puzzle solving, ilmuwan membuat
percobaan dan mengadakan observasi untuk memecahkan teka-teki, bukan mencari
kebe-naran. Bila paradigmanya tidak dapat digunakan untuk memecahkan persoalan
penting atau malah mengakibatkan konflik, maka paradigma baru harus dicipta-kan.
Dengan demikian kegiatan ilmiah selanjutnya diarahkan kepada penemuan paradigma
baru, dan jika penemuan baru ini berhasil, maka akan terjadi perubah-an besar
dalam ilmu pengetahuan.

Anomali dan munculnya penemuan baru

Berbagai fenomena (anomali) bisa dijumpai oleh
seorang ilmuwan selama menjalankan riset di sains normal. Jika anomali kian
menumpuk, akan timbul kri-sis dan paradigma mulai dipertanyakan. Dengan
demikian sang ilmuwan sudah keluar dari sains normal.

Data anomali (penyimpangan terhadap teori-teori
dalam paradigma) ber-peran besar dalam memunculkan sebuah penemuan baru.
Penemuan baru diawali dengan kesadaran akan anomali, yakni pengakuan bahwa alam
dengan suatu cara, telah melanggar pengharapan yang didorong oleh paradigma
yang menguasai sains normal. Kemudian ia berlanjut dengan eksplorasi yang
sedikit banyak diper-luas ke wilayah anomali. Dan ia hanya berakhir bila teori
atau paradigma itu telah disesuaikan sehingga yang menyimpang itu menjadi
sesuai dengan yang diharap-kan. Sehingga, dalam penemuan baru harus ada
penyesuaian antara fakta dengan teori yang baru.

Revolusi sains

Revolusi sains muncul karena adanya
anomali dalam riset ilmiah yang ma-kin parah dan munculnya krisis yang tidak
dapat diselesaikan oleh paradigma yang menjadi referensi riset. Untuk mengatasi
krisis, ilmuwan bisa kembali lagi pada cara-cara ilmiah yang lama sambil
memperluas cara-cara itu atau mengem-bangkan sesuatu paradigma tandingan yang
bisa memecahkan masalah dan mem-bimbing riset berikutnya. Jika yang terakhir
ini terjadi, maka lahirlah revolusi sains.

Revolusi sains merupakan episode
perkembangan non-kumulatif, dimana paradigma lama diganti sebagian atau
seluruhnya oleh paradigma baru yang ber-tentangan.  Transformasi-transformasi paradigma yang
berurutan dari paradigma yang satu ke paradigma yang lainnya melalui revolusi,
adalah pola perkembangan yang biasa dari sains yang telah matang.

Jalan revolusi sains menuju sains normal bukanlah
jalan bebas hambatan. Sebagian ilmuwan atau masyarakat sains tertentu ada kalanya
tidak mau meneri-ma paradigma baru dan ini menimbulkan masalah sendiri. Dalam
pemilihan para-digma tidak ada standar yang lebih tinggi dari pada persetujuan
masyarakat yang bersangkutan. Untuk menyingkap bagaimana revolusi sains itu
dipengaruhi, kita harus meneliti dampak sifat dan dampak logika juga
teknik-teknik argumentasi persuasif yang efektif di dalam kelompok-kelompok
yang membentuk masyarakat sains itu. Oleh karena itu permasalahan paradigma
sebagai akibat dari revolusi sa-ins, hanya sebuah konsensus yang sangat
ditentukan oleh retorika di kalangan ma-syarakat sains itu sendiri. Semakin
paradigma baru itu diterima oleh mayoritas masyarakat sains, maka revolusi
sains kian dapat terwujud.

Selama revolusi, para ilmuwan melihat
hal-hal yang baru dan berbeda de-ngan ketika menggunakan instrumen-instrumen
yang sangat dikenal untuk melihat tempat-tempat yang pernah dilihatnya.
Seakan-akan masyarakat profesional itu tiba-tiba dipindahkan ke daerah lain di
mana obyek-obyek yang sangat dikenal se-belumnya tampak dalam penerangan yang
berbeda, berbaur dengan obyek-obyek yang tidak dikenal.

Ilmuwan yang tidak mau menerima paradigma baru sebagai landasan ri-setnya,
dan tetap bertahan pada paradigma yang telah dibongkar dan sudah tidak mendapat
dukungan dari mayoritas masyarakat sains, maka aktivitas risetnya ti-dak
berguna sama sekali.

Ringkasan lain tentang SAINS NORMAL DAN REVOLUSI SAINS (KUHN)
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------