• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Sejarah Keraton Ratu Boko

.

Sejarah Keraton Ratu Boko

oleh : wishnoize     

Pengarang : www.wikipedia.org

Keraton Ratu Boko. Kata keraton berasal dari kata Ke-Ratu-an yang artinya istana atau tempat tinggal ratu atau berarti
juga raja, sedangkan Boko berarti bangau (burung). Hal ini masih menjadi pertanyaan siapa sebenarnya raja Bangau tersebut, apakah penguasa pada zaman itu atau nama burung dalam arti sebenarnya yang dahulu sering hinggap di kawasan perbukitan Ratu Boko?
Reruntuhan Keraton Ratu Boko ini ditemukan pertama kali oleh Van Boeckholtz pada tahun 1790. Seabad setelah penemuan Van Boeckholtz, yaitu sekitar tahun 1890, FDK Bosch mengadakan riset arkeologis tentang peninggalan kepurbakalaan di selatan Candi Prambanan dalam laporan yang berjudul Kraton Van Ratoe Boko.
Sumber prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran tahun 746-784 Masehi, menyebutkan bahwa Keraton Ratu Buko merupakan Abhayagiri Vihara. Abhaya berarti tidak ada bahaya, Giri berarti bukit/gunung, vihara berarti asrama/tempat. Dengan demikian Abhayagiri Vihara berarti asrama/ tempat para Bihksu Agama Budha yang terletak di atas bukit yang penuh kedamaian atau vihara tempat para bihksu mencari kedamaian, tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual.
Pada periode berikutnya sekitar tahun 856M, kompleks Abhayagiri Vihara tersebut difungsikan sebagai Keraton Walaing oleh Rakai Walaing Pu Khumbayoni yang beragama Hindu. Oleh karena itu tidak mengherankan bila unsur Agama Hindu dan Budha tampak bercampurdi bangunan ini.
Diterbitkan di: Oktober 17, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.