• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>Umang (orang halus) dan Rumah Delapan Keluarga

.

Umang (orang halus) dan Rumah Delapan Keluarga

oleh : gimut    

Pengarang : Dame Munthe

Besar
kemungkinan, Suku Karo dulunya

kalau membuka desa baru sebagai hunian baru,
berangkat dengan delapan keluarga atau kelipatannya. Ini tampak dengan rumah
adat yang dibangun mereka, dihuni dengan delapan keluarga. Memang ada juga
rumah adat yang dihuni empat keluarga. Tapi, umumnya hunian delapan keluargalah
yang banyak didirikan.


Di
tahun empat lima,
hunian tersebut ada yang dibakar,
dibumi hanguskan tak rela digunakan oleh Belanda. Penghuni sedesa mengungsi ke
desa yang lebih aman.


Di
Desa Ajinembah ada sepuluh rumah adat.  Dari
Kota Kabupaten Karo, Kabanjahe arah ke Siantar. Di tengah perjalanan belok
kanan memasuki Desa Ergaji. Lewati satu desa, dulu namanya Desa Sungsang.
Sampailah di Desa Ajinembah. Perjalanan mobil masa kini dapat ditempuh sekitar
20 menit.


Menjelang
memasuki desa Ajinembah, jalan menurun ringan, jumpalah dengan jambatan (1955,
model jambatan itu punya atap seng) Airnya cuma se betis, jernih mengalir. Tak
jauh dari jambatan, ada satu mata air di sisi sebelah kanan aliran.  Nyembul sepanjang masa, permukaannya sama
dengan air yang mengalir. Namun, kalau dipakai mandi terasa hangat di badan,
walau pagi hari. Padahal minyak goreng beku di Desa Ajinembah karena dinginnya.
.


Kembali
ke tahun 1955, kedua sisi tebing aliran air se betis itu, rimbun pepohonan. Tepatnya
Desa Ajinembah sisi luarnya dibentengi oleh hutan, banyak monyet dan babi hutan
disana tentunya burung juga. Tak pelak lagi hutan ini jadi lumbung persediaan
daging hewani buat warga desa kala itu. 
Sekarang hutan itu tinggal kenangan, memang masih ada pepohonan sedikit,
tapi babi dan moyet sudah pergi. Desa Ajnembah memiliki sepuluh Rumah Adat Karo



  1. Rumah Adat Mecu (4
    Rumahtangga).

  2. Rumah Adat Jahe (8
    Rumahtangga)

  3. Rumah Adat Suah (8
    Rumahtangga)

  4. Rumah Adat Pelajaren
    (4 Rumahtangga).

  5. Rumah Adat Mbelin (8
    Rumahtangga)

  6. Rumah Adat Rancang (8
    Rumahtangga)

  7. Rumah Adat Julu (8
    Rumahtangga, 1919 dirubuhkan, karena kondisi tak layak pakai).

  8. Rumah Adat Si Pitu
    Ruang , pasak atau alas tiang bangunan hampir sebesar tong masih kokoh berdiri
    sampai kini.

  9. Rumah Adat Bolong (8
    Rumahtangga)

  10. Rumah Adat Mbaru.
    Terakhir dirubuhkan, sebelum tahun 1998.


Rumah
Adat Si Pitu Ruang, ada legendanya, begini. Beru Munthe  Desa Ajinembah, konon sangat cantik parasnya.
Dilamar oleh Umang (Orang halus). Keluarga sang gadis menetapkan persyaratan
pinangan, yaitu Umang membangun Rumah Adat 8 rumahtangga dan pesta pernikahan
yang meriah 7 hari 7 malam.


Rumah
Adat yang disyaratkan selesai dibuat, pesta pernikahan meriah, menjelang hari
ke 7 pun sedang berlangsung meriah. Para tamu
masuk pintu hulu dan keluar di pintu hilir tak henti hentinya. Rumah Adat Suku
Karo memang hanya berpintu dua.


Sang
ibu pengantin perempuan mulai kecewa berat. Pasalnya sang menantu tak pernah
tampak baik muka maupun punggungnya. Bersumpahlah sang ibu,


“Tak
usah cantik anakku asal kulihat menantuku”


Warga
Ajinembah berkomentar bahwa Umang itu, bukan Umang. Tapi orang sakti yang dapat
menghilang. Rupanya sangat buruk sekali, sehingga tidak pernah menampakkan
diri. (Buku Kenangan Marga Munthe, FKMMI, 2004, 
hal 149-150)


Situs
Palas Rumah Adat Si Pitu Ruang,  kini di
dandani dan ada papan merek petunjuk ke lokasi. Dipasang sebelah kanan jalan.di
sudut jalan menuju Desa Ergaji. Kalau berangkat dari Kabanjahe arah ke Siantar,
sekitar 10 menit mobil sudah membelok ke kanan. Dari Kota Medan sekitar dua jam
perjalanan mobil.


Kini
Rumah Adat Karo di Kabupaten Karo tinggal hitungan jari penghuni tidak seperti
konsep awal leluhur yakni menerapkan tatanan kekerabatan adat Suku Karo.
 


Gimut,
Jakarta 01082009


.


Diterbitkan di: Agustus 01, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.