• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Sejarah>id.wikipedia.org/wiki/mahesa_anabrang

.

id.wikipedia.org/wiki/mahesa _anabrang

oleh : Milian     


Ringkasan ini diterjemahkan dari id.wikipedia.org/wiki/mahesa_anabrang
Mahesa Anabrang yang lebih dikenal sebagai Kebo atau Lembu Anabrang adalah seorang prajurit dari Kerajaan Singasari yang
dikirim ke Kerajaan Malayapura di Sumatra. Pengiriman ini dikenal juga dengan Ekspedisi Pamalayu.
     Ekspedisi yang pertama dan kedua dilakukan untuk mengamankan daerah pelayaran di selat Malaka yang pada waktu itu sangat rawan oleh bajak laut setelah jatuhnya Kerajaan Sriwijaya pada tahun 1025.  Pada tahun 1288, Kebo Anabrang telah menguasai seluruh daerah Melayu termasuk Kerajaan Melayu Jambi dan Sriwijaya.
     Kebo Anabrang menikah dengan Dara Jingga, putri Raja Mauliwarmadewa dari Kerajaan Melayu Jambi. Diduga kuat bahwa Kebo Anabrang adalah orang yang sama dengan Adwayawarman ayah dari Raja Adityawarman dari Kerajaan Pagaruyung yang disebutkan dalam prasasti kuburajo I yang ditemukan di Sumatra Barat.
     Setelah menyelesaikan misinya, Kebo Anabrang membawa Dara Jingga dan adiknya Dara Petak ke Jawa untuk melaporkan keberhasilan misinya kepada Raja Kertanegara. Namun, pada saat Kebo Anabrang kembali ke Jawa, ternyata Raja Kertanegara telah dibunuh oleh Jayakatwang dari Kediri. (Jayakatwang sendiri telah dibunuh oleh tentara Mongol, dan mereka pun telah dibunuh oleh Raden Wijaya, Raja Majapahit)
     Setelah itu, Dara Petak dipersembahkan kepada Raden Wijaya untuk menjadi istrinya. Mereka memiliki anak yaitu Sri Jayanegara.
     Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Kebo Anabrang adalah kakek dari Hayam Wuruk. Anaknya, Aryacakradewa menikah dengan Tribuanatunggadewi (anak Raden Wijaya dengan Gayatri), dan hanya sedikit pula yang tahu bahwa keturunannya bertarung bersama-sama dengan Patih Gajah Mada untuk menaklukkan Bali sekitar tahun 1340.
Mereka adalah :
1. Aryacakradara
2. Aryadamar (Raja Palembang)
3. Aryakutawandira
4. Aryabelok
5. Aryakenceng (yang pada akhirnya menurunkan raja-raja Tabanan dan Badung di Bali)
Diterbitkan di: Juni 24, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.