• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Sejarah Bendera

oleh : clenoro     

Pengarang : Clenoro
Saat berkibar-kibar, bendera memang memikat mata. Namun di saat lain, ia bisa menyebabkan orang rela mengorbankan
nyawa.

Nenek
moyang “bendera” di duga berupa pita-pita yang berkibar-kibar serupa
bendera yang dipasang pada tiang. Simbol itu telah digunakan bangsa
mesir beberapa ribu tahun lalu dalam peperangan dengan harapan dewa
akan menolong mereka meraih kemenangan. Tradisi itu diikuti oleh bangsa
Syria selanjutnya Yunani, dan Romawi.


Dalam
peperangan bedera memang penting. Jenderal akan segera mengetahui
posisi pasukan dengan melihat letaknya. Prajurit juga terbantu saat
akan melepaskan anak panah, karena bendera bisa menunjukkan arah angin.


Dalam
pertempuran, bila prajurit pembawa bendera terbunuh atau terluka,
prajurit lain akan segera “menyelamatkan” bedera itu sebelum dirampas
musuh. Maklumlah, jika bedera terampas, tamat pula pasukannya. Bahkan
bedera yang jatuh melambangkan pula kekalahan suatu negara.


Cina
termasuk bangsa pertama yang mengenal bedera. Bahkan pendiri dinasti
Chou (1122 SM) konon sudah mempunyai bendera pribadi berwarna putih.
Pada masa itu pun bendera raja sudah dipandang sebagai sang raja
sendiri. Maka yang berani menyentuh pembawa bendera pun bisa dihukum.
Hal serupa berlaku juga di India kuno.


Menimbang
manfaatnya, akhirnya tiap negara memiliki bendera nasional. Kebanyakan
bedera nasional menggunakan satu atau lebih dari tujuh warna: merah,
putih, biru, hijau, kuning, hitam, dan oranye. Kombinasinya menuruti
aturan tertentu dari sistem rancangan yang berkembang selama abad
pertengahan. Misalnya dua warna yang berjajar seharusnya dipisahkan
oleh garis putih atau kuning. Bedera Meksiko salah satu yang menerapkan
pola tersebut, antara merah dan hijau terdapat garis putih.


Ada
banyak kisah di balik perancangan bendera. Bendera nasional Denmark
barangkali salah satu yang tertua di masa kini. Bendera yang telah
berumur lebih dari 750 tahun itu konon diilhami oleh penglihatan raja
Valdemar Sang Pemenang. Menurut cerita, ia melihat garis silang putih
di langit merah menjelang kemengangannya di peperangan. Dari situ lahir
bendera berupa kain merah bergambar garis silang putih sejak 1219.


Dengan
berjalannya waktu, fungsi bedera pun semakin berkembang. Zaman dulu,
kapal bendera hitam pasti membuat orang gemetar, karena itu lambang
bajak laut. Bendera kuning dikenal sebagai pertanda adanya penderita
penyakit menular di suatu kapal. Bendera putih di tahun 1542 saja sudah
dimanfaatkan sebagai pertanda gencatan senjata atau menyerah.
Mengibarkan bedera setengah tiang juga dikenal sebagai ungkapan duka
cita.


Ilham
terbentuknya sebuah bendera terkadang datang sesaat. Seperti yang
dialami oleh Duke Leopold V saat terlibat dalam pertempuran pada 1191.
Ketika melepaskan jubah karena sekujur pakaiannya merah berlumuran
darah, dilihatnya seputar pinggangnya masih tersisa warna putih karena
bagian itu tadinya tertutup ikat pinggang. Dari pengamatan sederhana
itu, lahirlah bendera merah dengan garis putih melintang sebagai
bendera pribadinya. Austria menggunakan rancangan ini sebagai bendera
nasional pada tahun 1919.
Beberapa
negara mungkin menggunakan warna-warna yang sama karena kesamaan latar
belakang sejarah atau budaya. Biru dan putih muncul pada bendera lima
negara Amerika Tengah, karena sebelumnya mereka bersatu di bawah payung
Perserikatan Propinsi-propinsi Amerika Tengah yang berbendera biru dan
putih. Sedangkan empat warna (hitam, hijau, merah, dan putih) banyak
dipakai oleh negara-negara Arab untuk bendera mereka.
Dengan berjalannya waktu, minat pada bendera semakin mendalam dan luas sampai muncul vexillology, ilmu yang mempelajari sejarah dan simbol bendera.
Diterbitkan di: Juni 05, 2008

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.