Kebun
Raya Bogor
merupakan
bagian dari monumen Batu Tulis yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu
Siliwangi) dari Kerajaan Pajajaran tahun 1474-15131 dan saat itu dinamakan
Samida ( hutan buatan atau taman buatan ).
Tujuan pembuatannya untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan
menjaga dan tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Bila demikian
kenyataannya, maka Raffles dan Van den Bosh hanya merupakan tokoh pemugar dan
penambah koleksi tanaman bagi kebun raya yang telah didirikan sejak akhir abad
ke 14 oleh dinasti Kerajaan Pajajaran. Kebun Botani yang
didirikan tanggal 18 Mei 181 7 oleh, Prof. Dr. C. G. L. Reindwardt yang
kemudian dinamakan, s'Lands
Plantentuinte Buitenzorg tersebut lebih dikenal dengan nama Kebun Raya
Bogor, yang ditujukan sebagai tempat pendidikan guru, koleksi tumbuhan juga
dikembangkan menjadi kebun yang lain. Pada tahun 1822 Reindwardt diganti oleh
Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh
di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak
912 jenis (species) tanaman.
Saat ini, Kebun Raya Bogor tidak hanya terkenal sebagai kebun botani
tropis, tetapi juga berfungsi sebagai kebun riset tanaman tropis dab kebun
rekreasi yang cukup menyenangkan.