Informasi mengenai penduduk Rusia tengah tidak diketahui sebelum
pertengahan abad ke-9 M. Mereka digambarkan sebagai
penduduk yang mampu
mempertahankan diri dan pandai bercocok tanam. Rumah-rumah orang Rusia
tidak terlalu bagus, kecil dan terbuat dari kayu, makanan
mereka adalah daging mentah. Bangsa Yunani menunjukkan kekagumannya terhadap orang
Rusia karena mampu memanjat tebing yang tinggi, sifat mereka yang keras
dan daya tahannya yang luar biasa saat berenang mengarungi arus yang
sangat deras. Orang Rusia diyakini sebagai ras yang memiliki bakat luar
biasa dalam dalam bidang olahraga, penuh ambisi dan tenaga, kuat dan
lincah.
Bangsa Rusia telah terbiasa menghadapi saat-saat
genting, termasuk menentang maut. Mereka tidak takut untuk berperang
menghadapi Romawi. Senjata khas mereka adalah pedang, lembing, dan
panah beracun. Setiap pasukannya dilengkapi dengan perisai. Saat
melintasi sungai Danube selama peperangan, mereka tak kehilangan
kesabaran, tetap fokus dalam mempertahankan diri. Seberat apapun
penderitaan yang dialami, orang Rusia tidak akan mengeluh sakit.
Di
balik kekerasan watak bangsa ini, orang Rusia dikenal sebagai sebuah
bangsa yang saling menghargai sesama, lebih suka menghindari
pertikaian, jujur dan membela kebenaran. Setiap tamu yang datang
disambut bagaikan raja dan dijamu dengan hidangan yang terbaik.
Ada tiga orang bersaudara berkebangsaaan Normandia, Rurik, Sineous, dan
Truvor yang bersama-sama memiliki keinginan untuk membangun kehidupan
Rusia agar dapat bertahan menghadapi invasi bangsa Skandinavia yang
terkenal kejam dan liar. Rurik memimpin daerah Novgorod di tepi Danau
Ilmen, Sineous memimpin daerah Timur-Laut dan mendirikan pusat
pemerintahan di Bielo Ozero, di tepi Danau Bielo, sedangkan Truvor
menuju ke selatan, dan mengatur daerah Smolensk.
Dengan
demikian, terdapat tiga penguasa di Rusia, yang disatukan oleh
kepentingan yang sama. Selanjutnya ketiganya mendirikan Rusia. Nama
Rusia berasal dari suku Normandia, yang tak lain adalah kependekan dari
Rurik-Sineous-Truvor. Kekuasaan Rurik semakin berkembang hingga ke hulu
sungai Volga dan wilayah barat-daya di tepi sungai Dwina. Di wilayah
utara, kekuasaan Rurik mencapai daerah salju arktik. Rurik mengangkat
sejumlah gubernur yang dipilih dari orang-orang Normandia. Sistem
pemerintahan yang dijalankan adalah sistem pemerintahan feodal di bawah
kerajaan.