Festival Film Internasional Mumbai 2008
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
39
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 21, 2008
Kesempatan ini merupakan hal yang sangat berarti untuk saya pelajari sebagai mahasiswa media. Dunia film internasional seolah dibukakan untuk saya. Saya berada dalam dunia yang sungguh mengagumkan. Saya menikmati menjadi bagian darinya, sehingga saya berharap saya bisa berperan aktif dalam pembuatan film.
Festival film Mumbai (dulu kita kenal sebagai Bombay) ini diorganisir oleh Bagian Perfilman di bawah Kementerian Informasi dan Penyiaran. Festival tersebut memutar film-film pendek, dokumenter, dan animasi, serta merupakan panggung internasional bagi sutradara-sutradara cerdas yang menjanjikan. NCPA ialah tempat bagi pecinta seni, dan saya sangat ingin menjadi anggotanya sesegera mungkin.
Saya sempat menonton tiga film dan inilah yang saya rasakan. Saya mendapatkan perspektif baru mengenai dunia global di sekitar kita.
1. Lost & Found - India
Lost & Found merupakan suatu dokudrama yang menceritakan kisah sebuah botol di tahun 1910. Botol itu berpetualang melewati Maharashtra, dari satu tangan ke tangan lain, untuk mengirimkan nasib baik. Namun akhirnya ia hilang di laut, di mana ia dilemparkan oleh pemiliknya, yang bunuh diri akibat patah hati.
2. Empire of Evil – Jerman
Ruhollah Musawi Khomeini (24 September 1902 – 3 Juni 3 1989) adalah seorang ulama Syiah, filsuf Islam, marja (pejabat keagamaan), sekaligus pemimpin politik Revolusi Iran 1979 yang mendongkel Mohammad Reza Pahlavi, Shah Iran yang terakhir. Setelah revolusi, Khomeini menjadi pemimpin tertinggi negaranya. Ia merupakan tokoh politik puncak di Republik Islam Iran hingga kematiannya. Khomeini ialah pemimpin spiritual yang sangat penting bagi banyak kaum Muslim Syiah. Dia juga seorang pencetus teori politik Islam yang inovatif, terutama pengembangannya atas teori otoritas ulama. Ia diberi predikat Time''s Man of The Year pada tahun 1979, dan menjadi satu dari 100 orang yang dianggap Time sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia pada abad ke-20. Pemimpin Syiah ini meyakini budaya religius yang menolak kebebasan berekspresi dan berkarir, khususnya bagi perempuan. Bahkan, lelaki dan perempuan (misalnya seorang ayah dan anak perempuannya) tidak bisa bersama-sama menonton pertunjukan bersama-sama. Kurangnya kesempatan mengembangkan karir justru membuat banyak penduduk Iran yang meninggalkan negaranya demi mengejar mimpi-mimpi mereka.
3. Kampanye Protes Kerala Terhadap Coca-Cola
Kerala ialah negara bagian beriklim tropis di Malabar, India Barat Daya. Di timur dan timur laut, Kerala berbatasan dengan Tamil Nadu dan Karnataka, sedangkan di barat dan selatannya ada Samudera Hindia, kepulauan Lakshadweep, dan Maladewa. Kerala hampir mengelilingi seluruh Mahe, sebuah wilayah Pondicherry. Kerala merupakan satu di antara empat negara bagian yang membentuk daerah kultural-linguistik yang dikenal sebagai India Selatan. Bahasa utama di Kerala adalah Malayalam, meski bahasa-bahasa lainnya juga digunakan. Negeri milik Tuhan ini memiliki desa kecil bernama Plachimada, suatu contoh perjuangan untuk air bersih dan sehat demi generasi masa depan. Perjuangan keras tersebut menjadi contoh bagi negara bagian lainnya. Suara rakyat jelata menekan Coca-Cola untuk menutup perusahaannya di India.
Saya tidak dapat mengunjungi Festival Film Mumbay di hari-hari lainnya, tapi pengalaman satu hari tersebut memberi kesan yang berbekas pada diri saya. Delegasi internasional dan nasional yang cerdas sangat menyenangkan untuk ditemani.