Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kisah Cinta Seorang B.J habiie

oleh: RusliSangPemberi    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

Bacharuddin Jusuf Habibie biasa di panggil Rudi adalah siswa yang sangat cerdas di sekolahnya, dan menjadi bintang di kelas kerena memang kemampuan berfikirnya yang sangat mengagumkan. Terutama di mata pelajarang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan Sains. Pada siang hari sewaktu Habibie di sekolahnya, di ajak oleh gurunya menemui seseorang yang dapat menjawab pertanyaan yang pernah di jawab oleh Habibie sebelumnya.

“Ada satu orang lagi yang dapat menjawab pertanyaan itu selain kamu” ucap pak guru sambil memegang lengan habibie dengan terburuh-buruh menemui orang itu. Sesampai di kelas pak guru memanggil nama Ainun, adalah sosok yang dimaksud. Ainun pun datang dan kemudian pak guru mengajukan pertanyaan , adalah pertanyaan yang pernah di berikan kepada habibie. Dan Ainun menjawab pertanyaan itu dengan sangat lancar, Habibie sedikit kaget pada Ainun kerena jawabannya sangat mirip dengan yang di utarahkannya sebelumnya.

Habibie sangat marah jika teman-temanya menyuruh Habibie merayu Ainun, Habibie bilang Ainun jelek. Teman-teman Habibie pun merasa tidak yakin kepada habibie yang berani mengatakan jika Ainun jelek, dengan terburu-buru habibie menghampiri Ainun “Hay Ainun kamu itu gendut, jelek, itam, kaya gula jawa” ucap Habibie di depan Ainun dan kemudian pergi dengan sanggat kesal.

Dan haripun berganti tahun Habibie yang melanjutkan studinya di Jerman dengan mengambil tekhnisi mesin pesawat itu mengidap penyakit TBC dan beberapa kali masuk rumah sakit, namun Habibie tidak pernah patah semangat dengan impianya. Saat libur Habibie pulang ke kampung di mana dia tinggal bersama adik dan ibunya, kemudian Habibie di suruh ibunya mengantarkan kue kerumah sahabat ibunya, di temani adiknya Fani. Sesampai di rumah itu. Habibie ikut masuk kedalam rumah, dengan sangat terkejut Habibie saat melihat foto yang tertera didinding adalah foto Hasri Ainun atau dipanggil Ainun, dan menemui ainun sedang menjahit, wajah Habibie yang melihat Ainun dengan wajah yang cantik Nampak terkesima, dengan gaya bicaranya yang klasik Habibie berkata “Ainun……wah gula jawa sudah jadi gula pasir” Ainun yang mendengar perkataan itu sangat bahagia dan merasa lucu.

Habibie pun jatuh cinta kepada Ainun dan mengajak Ainun ikut Kejerman dengan Status keduanya sebagai suami istri, Ainun yang merasakan hal yang sama Setuju dengan ajakan Habibie, keduanya melangsungkan pernikahan di kampung halaman Ainun, pada tanggal 12 mei 1962 tepat jam 10 pagi. Habibie dan Ainun sangat bahagia dan mereka berdua berangkat ke Jerman, di Jerman Habibie yang sedang menyelesaikan studinya tercapai dengan mendapat gelar Ing, atau setara dengan S3. Mereka di karuniai 2 anak, dan Habibie mengirimkan surat permohonan kerja di Indonesi dalam pembuatan pesawat terbang selalu di tolak, dan akhirnya Habibie kerja di Negara tempat ia Menyelesaikan studi yaitu Jerman dalam pembuatan kereta api.

Mendengar berita itu, duta besar Indonesia yang berada di jerman dengan cepat menemui Habibie, menyuruhnya untuk kembali ke Indonesia mengawali pembuatan pesawat sabagai karya anak bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, yang pada saat itu Indonesia sedang Giat membangun. Akhirnya Habibiepun kembali ke Indonesia dengan tujuan membuat pesawat, Ainun yang menjadi dokter anak di Jerman, mendo’akan yang terbaik umtuk Habibie. Dengan penuh semangat Habibie yang saat itu menjadi orang yeng tersohor di indonesia dalam bidang sains berhasil membuat pesawat dengan merek N250. Saat penerbangan perdana dihadiri oleh Presiden Soeharto dan Wapres serta pejabat-pejabat Negara lainya yang menyaksikan penerbangan perdana. Habibie sangat bahagia melihat apa yang ia janjikan kepada Ainun dan Bangsa ini tercapai denga hasil yang memuaskan.

Habibie pun di angkat menjadi mentri, kerena pada saat kepemimpinan Soeharto terdapat berbagai masalah ekonomi dan politik sehingga Sieharto memundurkan diri sebagai presiden dan Habibie lah yang diangkat menjadi presiden. Saat menjadi presiden Habibie tidak peduli lagi dengan dirinya tetapi sibuk memikirkan rakyatnya, sampai-sampai Ibu Ainun sering marah kepada Habibie karena tidak memperdulikan lagi kondisinya, tetapi Habibie hanya tersenyum, betapa mulia hati seorang pemimpin seperti Habibie, namun habibie di tuduh korupsi saat ia menjabat sebagai presiden, dan akhirnya ia memundurkan diri. Ainun yang mengetahui kabar itu sangat sedih.

Ibu Ainun yang sedang meresmikan suatu bank di Indonesi tiba-tiba pinsan, penyakit ibu Ainun semakin parah dan berusaha agar habibie tidak mengetahui penyakitnya, namun dari hari-kehari sakit ibu ainun semakin parah, karena habibie yang sangat menyayangi Ainun mengajaknya berobat ke Jerman. Namun dokter-dokter di jerman tidak bisa berbuat lebih kerena kenker yang diderita ibu Ainun sudah sangat parah, habibie pun menyadari semua yang bernyawa pasti akan mati pada akhirnya. Dan menunutun ibu ainun saat hembusan nafas terakhir.

Kutipan B.J. Habibie “tidak perlu seseorang yang sempurnah, cukup temukan dia yang selulu membuatmu bearti dari siapa pun”

Diterbitkan di: 01 Mei, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.