Seandainya mesin ini berhasil dalam dunia nyata maka segala kejadian yang tidak di inginkan bisa di cegah. Inti kata kembali ke masa lampau untuk memperbaiki keadaan dan masa depan akan menjadi lebih baik. Tapi sayangnya dalam ceritanya lebih menyerupai merasuki seseorang tanpa di sadari baik oleh subjek yang merasuki dengan yang di rasuki. Jadi lebih mirip cerita hantu, namun tidak bermaksud untuk merusak inti keseluruhan dari cerita ini.
Cerita di awali dengan sebuah kereta api 2 tingkat yang melaju dalam perjalanan ke Los Angeles. Salah seorang penumpang bernama Sean terbangun dari bangkunya. Ia tampak bingung bagaimana, ia bisa berada di dalam kereta tersebut. Seorang wanita yang duduk di bangku seberangnya memanggilnya dengan nama Sean, ia seperti tidak pernah mengenal nama itu sebelumnya. Ia mengaku dirinya Kolonel Steven yang bertugas sebagai pilot helikopter AU di Afganistan. Wanita tersebut mengiranya ia sedang bermasalah.
Tiba-tiba kereta yang di tumpanginya meledak dan seketika seperti terbangun dari mimpi, ia mendapati dirinya sekarang duduk terperangkap di sebuah bangku. Ruangan yang di tempatinya pun berbentuk kubus persegi dengan segala macam kabel dan sebuah monitor tersambung di seberangnya. Seorang perwira wanita di seberang memperkenalkan dirinya sebagai Goddwin.
Goddwin memintanya untuk kembali dan mencari sesuatu dari kereta api yakni siapa yang berada di balik bom kereta api tujuan Los Angeles pagi ini. Ia seperti di tarik dalam ruang dimensi dan kembali terbangun di kereta api itu sebelum ledakan. Ia di beritahukan waktu yang dimilikinya Cuma 8 menit saja untuk menentukan lokasi bom dan siapa orangnya. Hal yang sama terulang kembali ibarat sebuah kaset yang di putar kembali, hanya saja dia mampu mengubah keadaan seperti dalam kehidupan nyata(mungkin suatu hari nanti akan ada film atau TV yang dapat membawa penontonnya bermain dalam film di depannya yang sedang di tonton bagaikan sebuah kenyataan).
Ia berhasil menemukan pembomnya dan kendaraan yang penuh dengan bom yang akan di gunakan untuk membom pembuangan limbah nuklir AS di Los Angeles. Pelaku pemboman tertangkap sebelum berhasil melakukan aksinya.
Kapten Steven meminta agar perwira wanita yang di seberang layar itu untuk mengembalikannya ke dalam kereta 8 menit sebelum ledakan tersebut terjadi. Ia pun meminta perwira itu untuk mematikan dukungan hidup jika ia berada dalam keadaan koma tepat 8 menit setelahnya.
Film ini idenya memang rada serupa dengan film berjudul Inception yang di bintangi oleh Leonardo Di Caprio. Hanya saja bedanya dalam film ini, semua yang berada di dalam mimpi tersebut dapat berinteraksi layaknya normal seperti dalam kehidupan nyata. Sementara Inception menceritakan hanya subjek tertentu saja yang dapat berinteraksi. Film ini cukup menegangkan namun juga di bumbui dengan cerita romantic dari pemain utamanya. So enjoy the movie.