Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fair Games

oleh: supermaster    
ª
 
Film yang di bintangi oleh Sean Penn dan Naomi Watts ini mengisahkan kenyataan hidup dari seorang agen mata-mata CIA(Central Intelligence Agency) yang identitasnya di bocorkan ke publik. Valerie Palme(Naomi Watts) adalah seorang agen CIA untuk memata-matai jalur rantai distribusi transaksi “yellow cakes”(bahan bakar nuklir di Irak). Transaksi tersebut di lacak hingga ke Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bertugas untuk melacak seorang pengusaha India di Malaysia yang di duga menjadi awal transaksi bakar nuklir ke Pakistan. Valerie berhasil memeras keponakan pengusaha ini untuk menfoto kopi dokumen dari ruang pamannya secara diam-diam sebelum menyerahkan kepada kurir yang bekerja di perusahaan tersebut.

Akhirnya CIA menduga bahwa asal nuklir tersebut dari Nigeria dan meminta rekomendasi Plame untuk siapa yang dapat di tugaskan ke sana. Plame menunjuk suaminya sendiri, Joe ke sana. Dulu suaminya adalah seorang duta besar di beberapa negara sehingga tidak sulit baginya untuk mendapatkan akses. Ia mempunyai banyak kenalan(mantan pejabat) yang dapat membantu mewujudkannya. Sepulangnya dari sana, Joe mengumpulkan informasi dan mempunyai firasat bahwa Nigeria tidak mungkin menjual kepada Irak untuk pengayaan uranium. Situs penambangan tersebut di kelola oleh salah satu perusahaan Jepang(tidak di sebutkan namanya).

Namun CIA secara tidak langsung dapat tekanan dari orang wakil presiden AS saat itu, Dick Cheney untuk membuat orang-orang yang bekerja di CIA untuk memberikan jawaban yang ingin di dengarnya yakni Irak mempunyai senjata pemusnah massal yang mengakibatkan Irak di bombardir oleh AS dan Inggris pada tahun 2003.

Tetapi kelihatannya Joe yang di tugaskan ke Nigeria merasa tidak benar sehingga ia harus menyuarakan apa yang sebenarnya terjadi dalam kunjungan ke Niger. Temannya yang juga seorang pemimpin redaksi surat kabar juga menasihatinya untuk tidak mempublikasikan hasil temuannya karena ia hanya akan balik di musuhi oleh gedung putih dan orang-orang dari partai republic.

Temannya tidak mendukung, ia mengirimkannya ke New York Times untuk di publikasikan. Dia menyinggung gedung putih dan CIA mengenai perang di Irak untuk mencari senjata pemusnah massal adalah keinginan sekelompok elit politik di jajaran atas dan hasil pantauannya di Nigeria. Melihat gelagat memburuk, gedung putih membalas dengan menuliskan di media cetak maupun elektronik identitas Valerie Plame sebagai mata-mata agen CIA yang mengutuskan suaminya sendiri, Joe ke Nigeria. Saat itu Plame merasa mual mengingat identitasnya sebagai agen mata-mata CIA terbongkar yang akan mempengaruhi kehidupan keluarganya. Dalam media cetak, Gedung Putih menyebutnya sebagai “permainan adil”.

Terror demi terror mulai menghampiri keluarganya. Teman-temannya yang tidak pernah mengetahui pekerjaan sebenarnya terbengong-bengong dan terkaget-kaget. Kehidupan keluarganya pun tergoyahkan akibat suaminya, Joe tidak menyerah dan terus menerus menyuarakan kebenaran sebenarnya dari perang ini ke depan publik. Penghubung-penghubung Valerie di luar negeri yang di dapatnya selama bekerja 18 tahun di CIA pun di putuskan. Ia pun di pecat dari CIA dan hendak di tahan oleh provost karena membocorkan rahasia negara ke public.

Ia memilih membawa anak-anaknya keluar dari rumah dan membawanya ke rumah orang tuanya. Ayahnya seorang pensiunan pilot AU menasihatinya untuk kuat menghadapi dan menyuarakan kebenaran seperti suaminya ke publik. Valerie pun kembali dan bersaksi setelah beberapa pejabat teras CIA dan NSA di copot jabatannya oleh komite kongres yang menyelidiki alasan di balik kontroversi ini. Akhirnya seorang kepala staff pembantu wakil presiden, Scotter Libby waktu itu di tahan selama 30 bulan karena di anggap memalsukan data sebenarnya yang mengakibatkan perang di Irak pada tahun 2003. Valerie pun bersaksi di depan senat mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Film ini mungkin bisa di sebut sekedar pengetahuan saja namun tidak bisa di sebut sangat menghibur karena mengandung terlalu banyak unsure konflik politik di dalamnya dan juga tidak terlalu banyak aksi.

Diterbitkan di: 05 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.