Bar Dji Bar Beh. Bubar Siji Bubar Kabeh. Kata ini dulu sangat friendly, sangat akrab dalam dunia permainan anak – anak
di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu. Kata bardjibarbeh biasanya sebagai penanda mengakhiri sebuah permainan, yaitu bila mereka sudah lelah bermain, kemudian salah satu ingin pulang, biasanya dia meneriakkan bardjibarbeh, diikiuti oleh teman-temannya, sehingga dengan begitu permainan mereka usailah sudah.
Namun di tangan Catur Widya Pragolapati atau yang lebih dikenal dengan nama BABAHE di dunia teater, khususnya diwilayah Jawa Tengah, kata bardjibarbeh bisa menjadi judul sebuah naskah drama yang bercerita tentang problema masyarakat kelas bawah yang selalu terpinggirkan dari sisi social maupun ekonomi. Naskah yang mengupas kehidupan masyarakat tunawisma dan selalu menjadi korban penggususran ini, terangkum dalam buku kumpulan naskah dengan jdul yang sama.
Yang cukup istimewa dari tiga naskah dalam buku ini (BarDjiBarBeh, Layang Tlegram ing Malem Lebaran, Genaon Kentrung) adalah keseluruha berbahasa Jawa. Memang sebenarnya penerbitan buku ini sepertinya disengaja sebagai penerbitan buku berbahasa Jawa, sehingga semua hal yang termaktub di dalamnya juga berbahasa jawa, baik dari kata pengantar, daftar isi, termasuk biodata penulisnya.
Tentunya hal ini menjadi lebih istimewa lagi dan akan sangat bermanfaat bagi siapa saja yang berkepentingan dengan masalah budaya, adat istiadat, tata sosial dan segala peri kehidupan masyarakat Jawa, termasuk di dalamnya para akademisi, mahasiswa jurusan bahasa jawa, pakar, pengamat dan praktisi budaya Jawa. Karena diakui atau tidak, saat ini sangat sedkit penerbitan bahan – bahan pustaka dalam ranah budaya dan bahasa Jawa.
Sebagai sebuah naskah drama berbahasa jawa, naskah – naskah dalam buku ini jelas berbeda dengan naskah drama tradisional jawa (ketoprak, ludruk, wayang orang, dll), karena genre drama yang dimaksudkan dalam buku ini adalah drama modern. Sehingga persoalan – persoalan yang diangkat dalam ketiga naskah dalam buku ini adalah persoalan social kemasyarakatan yang terjadi dalam kehidupan sebagian masyarakat jawa masa sekarang. Dengan kata lain, lewat buku ini, lewat naskah – naskah drama ini, Catur Widya Pragolapati, sang penulis, sedang berbicara tentang kondisi masyarakat Jawa sekarang lewat jalur kesenian.
Info sisipan, bagi yang suka mencari uang di internet. Alamat-alamat berikut layak anda coba.
http://securebux.cn/?r=pakjohn
http://www.ngebux.com/?r=pakjohn
http://klikajadeh.com/?r=PakJohn