Film
dan program TV merupakan tentu tidak asing bagi siapapun yang punya televisi. Tak seorangpun akan mencegah
kaum muda dari menonton saluran favorit
mereka; lebih jauh , masyarakan telah mengakui gaya hidup menghabiskan waktu
di depan layar elektronik. Ada banyak argumen yang mengakui pengaruh positif dari sumber global ini.
Pertama, informasi yang dikirim ke setiap pemirsa memberi pengetahun penting mengenai berbagai peristiwa besar di seluruh dunia. Masyarakat menerima berita dari berbagai kategori seperti musuh, politik, atau olahraga. Bahkan kita dapat mengetahui ramalan cuaca untuk esok hari. Penggunaan media massa dengan cara ini pasti akan membangun wawasan intelektual kaum muda.
Kedua, film beserta kreativitas komersial lainnya memberi kesempatan untuk bersantai. Kaum muda
masa kini punya banyak masalah di sekolah maupun pertemanan; dengan begitu, realita imajiner merupakan jalan terbaik untuk beristirahat dari segalanya. Tak nyata tapi berdasarkan cerita-cerita nyata memperlihatkan pada kaum mudah bahwa mereka tidak sendirian dengan berbagai dilema mereka.
Argumen terakir yang menentang pernyataan film dan TV merusak pikiran anak-anak adalah statistik. Generasi orang tua hidup di masa-masa elektronik dan sinematografi menjadi semakin populer. Penyebaran teknologi mengubah karakter manusia dan membuat kita lebih resisten terhadap stress. Singkat kata... generasi muda akan mendapat berbagai kemampuan spesial karena revolusi TV ini.
Sepanjang pengetahuan saya, kaum muda masa kini memerlukan televisi sebagaimana mereka memerlukan produk-produk teknologi yang lainnya untuk bertahan hidup.
Ringkasan lain tentang Film dan TV Merusak Pikiran Kaum Muda