• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

The catholic primer's

oleh : pryt     


Didalam buku ini St.Alphonsus de Liguori mengajak kita semua untuk menyatukan keinginan kita dengan Kehendak Tuhan sepenuhnya.
Kita harus sadar bahwa Kehendak Tuhan adalah yang terbaik. Kita harus percaya bahwa Tuhan itu maha kasih, maha murah dan maha bijaksana. Tidak sedikitpun ada niatan dari Tuhan untuk menyengsarakan kita. Inilah yang harus benar-benar kita sadari. Jika kita sudah menyadari hal ini, maka akan lebih mudah bagi kita untuk berserah diri kepada Kehendak Tuhan dan menyatukan keinginan kita kepada kehendakNya yang kudus.
Begitulah St.Alphonsus de Liguori memaparkan ide-idenya mengenaai kepasrahan diri kepada Kehendak Tuhan didalam buku ini. Lebih dahaulu dia menjelaskan kebaukan dari ide kepasrahan dan penyatuan keinginan ini. Bahwa jika kita mau pasrah dan menyatukan keinginan kita kepada Kehendak Tuhan maka segalanya akan menjadi baik, diri kita maupun lingkungan kita. Sebab Kehendak Tuhan adalah selalu baik, sedangkan keinginan manusia cenderung kearah yang jelek. Kita cenderung maua menang sendiri, egois, rakus, kikir. Maka satu-satunya cara untuk menciptakan kebaikan secara menyeluruh adalah dengan menyatukan keinginan kita kepada Kehendak Tuhan.
Kemudian St.Alphonsus de Liguori juga menganjurkan penyatuan keinginan kita dengan Kehendak Tuhan dalam segala hal. Bukan hanya dalam masalah duniawi atau jasmani saja, tetapi juga dalam masalah spirituil. Tidak bisa kita menyatukan keinginan kita kepada Kehendak Tuhan hanya ketika kita berdoa saja, atau didalam Gereja saja. Tetapi kita harus menyatukan semua keinginan itu juga didalam pekerjaan kita, di kelas, didalam lingkungan tetangga.
Jika kita telah mampu menyatukan keinginan kita dengan Kehendak Tuhan maka kita akan memperoleh kebahagiaan, kebahagiaan yang sejati. Hal ini digambarkan seperti seorang petani yang selalu menadapatkan hasil panenan yang berlimpah, karena dia selalu menginginkan keadaan cuaca yang sesuai dengan yang diinginkan oleh Tuhan.
Memang kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang berasal dari Tuhan. Kebahagiaan manusiawi cenderung bersifat egois, sementara dan bersyarat.
Kita sadar bahwa Tuhan itu maha baik. Maka kita juga harus sadar bahwa Dia selalu menginginkan kebaikan kita. Kalaua ada suatu cobaan, penyakit, atau kemalangan yang menimpa kita, maka kita tak boleh gampang mengeluh, apalagi merengek-rengek, dan kemudian menyalahkan Tuhan. Kita harus ingat bahwa Tuhan memberikan cobaan itu bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan kita, menegakkan kita. Maka terimalah cobaan itu dengan lapang dada. Tentunya hal ini tidaklah menghalangi kita untuk mengatasi cobaan itu.
St.Alphonsus de Liguori juga memaparkan beberapa contoh tindakan dalam hal penyatuan keinginan kita kepada Kehendak Tuhan. Antara lain, kita jangan mudah mengeluh, meratap, menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan Tuhan. Kita harus segera dan secara spontan berdoa dengan menyerahkan apapun yang terjadi atas diri kita kepada Tuhan. Kita juga diminta untuk mau menerima segala kekurangan kita, baik itu fisik ataupun cara berpikir kita yang lemah. Berbagai contoh dari kehidupan para kudus lainnya juga dipaparkan didalam buku ini yang semuanya layak untuk kita tiru.
St.Alphonsus de Liguori juga menjelaskan adanya kekosongan spirituil. Hal ini sering kita rasakan jika kita merenungkana kehidupan kita didalam keheningan. Sering kita merasa diri kita, batin dan jiwa kita, seolah hampa, terasa hambar, tak ada apa-apanya, tak ada semangat rohani sama sekali, padahal kita sudah rajin berdoa, ke Gereja, banyak berbuat baik. Namun kita masih merasa kosong, tidak ada gairah didalam kehidupan rohani kita. Dalam menghadapi hal ini St.Alphonsus de Liguori menasihati kita untuk tetap tabah, tekun melaksanakan kehidupan rohani seperti sebelumnya. Kita tak boleh berhenti. Tetapi kita harus terus berjalan maju. Kita harus sadar bahwa Tuhan tak pernah tidur.
Akhirnya didalam bagian ‘Kesimpulan’ St.Alphonsus de Liguori menasihati kita : hendaknya kita melaksanakan Kehendak Tuhan dan melakukannya hanya karena Tuhan memang menghendakinya. Demikianlah buku ini layak untuk menjadi bahan perenungan kita sehari-hari.
Diterbitkan di: Oktober 01, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.