GOD OF THE PLEASANT SURPRISES
Hakim - Hakim 11:1-11
Pada kesempatan kali ini kita akan melihat dan belajar dari
seseorang yang mengalami berkat di dalam kehidupannya secara tiba-tiba, orang itu bernama Yefta. Dia mengalami “pleasant surprises”, kehidupannya tiba-tiba berubah secara seketika.
Kehidupan Yefta adalah kehidupan yang berlatar belakang tidak baik. Yefta adalah anak dari seorang perempuan sundal, ayahnya bernama Gilead. Suatu saat Yefta diusir dan dibuang oleh keluarganya karena dia bukan anak dari isteri Gilead, tetapi dia adalah anak dari perempuan lain yang dianggap tidak sah. Maka larilah Yefta dari antara saudara-saudaranya dan dia berdiam di tanah “Tob”. Arti dari “Tob” adalah “Good” / tanah yang baik, dan di sana Yefta berkumpul dengan petualang-petualang yang pekerjaannya adalah merampok, dan Yefta menjadi kepala di antara mereka. Tetapi pada suatu saat, tua-tua Gilead tiba-tiba datang untuk menjemput Yefta, karena pada saat itu bani Amon sedang berperang melawan bangsa Israel. Terjadi satu pertanyaan yang besar dari diri Yefta kepada tua-tua Gilead, karena dahulunya mereka membenci dan membuang Yefta dari keluarganya. Tetapi pada saat itu mereka meminta Yefta kembali bersama-sama dengan mereka untuk berperang melawan bani Amon. Mereka menjadikan Yefta sebagai seorang panglima, bahkan menjadi kepala atas mereka dan seluruh penduduk Gilead.
Kita dapat melihat bahwa Yefta yang berdiam di tanah “Tob”, dan pekerjaannya adalah kepala perampok, tetapi dalam seketika Tuhan merubah Yefta menjadi seorang panglima dan kepala atas seluruh penduduk Gilead. Bisa dikatakan bahwa, kemarin malam Yefta masih sebagai seorang kepala perampok tetapi pada pagi harinya Tuhan mengubah Yefta dengan seketika menjadi seorang panglima dan kepala atas seluruh penduduk Gilead. Yefta mengalami “pleasant surprises” dalam kehidupannya.
Kita dapat belajar dari peristiwa di atas, bahwa kita memiliki Tuhan yang senang membuat suatu “surprise” atau kejutan, “God is God of the pleasant surprises”.
Kita juga dapat belajar dari kehidupan seseorang yang bernama Yusuf. Dia adalah seorang yang mempunyai mimpi untuk menjadi pemimpin, tetapi kita melihat bahwa kehidupan Yusuf sama sekali tidak menunjang untuk dia dapat menjadi seorang pemimpin.
Alkitab berkata setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, mereka menjadi benci kepada Yusuf, dan mereka membuangnya ke dalam sumur kosong. Kemudian mereka menjual Yusuf kepada orang Ismael dengan harga dua puluh syikal perak. Yusuf menjadi budak, bahkan Yusuf pernah menjadi narapidana karena perbuatan isteri Potifar yang memfitnah dia. Tetapi Tuhan merubah kehidupan Yusuf secara tiba-tiba. Malam harinya Yusuf masih tertidur di penjara sebagai seorang narapidana, tetapi keesokan harinya Yusuf menjadi seorang perdana menteri di Mesir.
Yusuf mengalami “sudden fullfilment” dalam kehidupannya.
Seperti Yefta yang tiba-tiba menjadi panglima dan kepala atas seluruh suku Gilead, dan Yusuf yang juga seketika menjadi seorang panglima di Mesir, semua itu juga dapat terjadi atas diri kita. Apapun yang terjadi di dalam setiap kehidupan kita, marilah kita ingat akan satu kalimat yang mengatakan, “impossible is nothing” / tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Perhatikanlah kata “impossible”, huruf pertama dan kedua adalah huruf “I” dan “M”, dan jika kita baca akan berbunyi “I am”, dan itu adalah nama Tuhan. Jadi jika kita membaca “impossible” katakan, “I am possible”. Karena bagi anak-anak Tuhan tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, jika kita melakukannya bersama dengan Tuhan. Jangan pernah kita berkata bahwa itu tidak mungkin, tidak bisa, atau tidak ada harapan, karena bersama dengan Tuhan semuanya menjadi mungkin, “everything is possible”.
Kita bukanlah berasal dari kerajaan yang ada di bumi ini, dan itu berarti apa yang terjadi di bumi ini tidak menentukan nasib kita. Tetapi yang menentukan adalah bagaimana hubungan antara kita dengan Pencipta kita, karena DIA selalu berkata kepada setiap kita, “I Am Possible”.
Jika kita belajar dari peristiwa Yefta, kita akan mengerti bahwa masa lalu kita tidaklah menentukan masa depan kita.
Hakim 11 : 1
Yefta dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya, bahkan diusir oleh saudara-saudaranya. Sebelum Tuhan mengubah Yefta menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa, Yefta memiliki masa lalu yang buruk. Tetapi Tuhan adalah “God is God of the pleasant surprises”, Tuhan memakai anak dari seorang perempuan pelacur untuk menyelamatkan bangsa Israel. Tuhan sangat tertarik dengan masa depan dari setiap kita.
Hakim 6:11-12
Pada saat bangsa Israel dikuasai oleh orang Midian, bangsa Israel bersembunyi di gua-gua dan di kubu-kubu. Pada waktu Malaikat Tuhan datang kepada Gideon di tempat persembunyiannya, Gideon sedang mengirik gandum. Malaikat Tuhan itu tidak berkata, “hai-pengecut, dan penakut…”, tetapi Malaikat Tuhan itu berkata, “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Tuhan tidak melihat keadaaan Gideon pada saat itu, tetapi Tuhan melihat masa depan dari Gideon.
Tuhan tidak mempedulikan bagaimana masa lalu kita, karena Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu yang tidak baik menjadi sangat baik. Dihadapan Tuhan segala sesuatu itu mungkin, “all things are possible”.
Jangan pernah menjadi takut untuk menghadapi apa yang ada di depan kita. Andalkan Tuhan, maka mujizat itu akan datang kepada kita secara tiba-tiba, “God is God of the pleasant surprises”, Amin.