• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Kingdom of Glory

oleh : wentjes    


KINGDOM OF GLORY- Kerajaan Kasih Karunia
Ringkasan Kotbah TIMOTIUS ARIFIN TEDJASUKMANA
Didalam
Injil Lukas 15 ada 3 perumpamaan yang terkenal dan yang terakhir yang paling terkenal. Kita tahu bahwa Allah kita adalah Allah yang memberikan kesempatan ke dua. Didalam Lukas 15:1-2 dikatakan bahwa Yesus seperti magnit bagi orang-orang yang terbuang tetapi orang-orang Farisi membenciNya. Justru yang marah kepada Yesus adalah orang-orang beragama karena bagi orang beragama, kemurahan Tuhan itu didapat melalui ibadah atau lewat perbuatan baik. Ketiga perumpamaan itu adalah:
1. Seorang sahabat yang baik
2. Seorang wanita yang mencari sampai ketemu (dirham yang hilang)
3. Anak yang terhilang.
Seorang pelukis Rembrant melukiskan seorang bangsawan yang memeluk seorang pengemis yang tidak lain adalah anaknya sendiri. Dalam lukisan itu digambarkan tangan sebelah kanan tangan pria dan tangan sebelah kiri adalah tangan wanita. Biasanya tangan pria adalah tangan yang menghajar dan tangan wanita itu yang membelainya. Perumpamaan ini sering juga dikatakan anak yang berfoya-foya (Asotos/‘prodigal, extravagant, wastefulness’). Kita tahu ada sebuah kaos yang bertuliskan muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Ini adalah kata-kata yang menyesatkan karena Firman Tuhan mengatakan dalam Pengkotbah 11:9 “Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau KE PENGADILAN!”
Di dalam cerita Lukas 15:11 sebenarnya yang hilang bukan hanya yang bungsu tetapi yang sulung juga hilang. Seringkali bapa ini digambarkan sebagai Tuhan tetapi sebenarnya bapa ini adalah gambaran orang percaya. Anak bungsu adalah gambaran orang yang berdosa terang-terangan sedangkan anak sulung adalah gambaran orang yang berdosa dengan sembunyi-sembunyi (munafik).
Ketika engkau mulai kembali ke rumah Bapa, maka pesta pun dimulai.
Apa yang dikatakan oleh anak sulung ini sebenarnya tidak sesuai dengan terjemahan aslinya karena terjemahan bahasa Indonesia masih terlalu halus untuk didengar. Di dalam terjemahan aslinya dikatakan:
1. “Lo!”
Hei lihat, apa kamu buta,
2. “These many years I have been serving you (as slaves)”
sudah bertahun-tahun aku menjadi budakmu (doulos = budak belian) / aku telah engkau perbudak,
3. “I never transgressed your commandment at any time”
tidak pernah aku melanggar peraturanmu sekalipun, (dia menganggap dirinya begitu sempurna sehingga tidak pernah melakukan pelanggaran sama sekali)
4. “You never gave me a young goat, that I might make merry with my friends.
‘But as soon as this son of yours came”,
kamu (Lo) belum pernah memberikan anak kambing untuk aku bersukacita dengan teman-temanku, baru saja anakmu (dia sendiri merasa bahwa dia bukan anak bapanya dan dia juga tidak panggil adikku), (dia menuduh bahwa ayahnya tidak bermurah hati kepadanya karena anak kambing sebenarnya adalah tingkatan pemberian yang paling rendah)
5. “who has devoured your livelihood with harlots, you killed the fatted calf for him.”
yang baru saja menghabiskan seluruh penghidupanmu (sebab harta itu adalah bios) dengan pelacur-pelacur, engkau menyembelih lembu tambun buat dia”
Tetapi didalam ayat 31 ayahya menjawab: …. “Anakku (teknon), engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu”. Kepada anak yang kurang ajar, bapa ini memanggil teknon (anak kesayangan). Banyak pengkotbah yang menggambarkan bapa ini gambaran dari Tuhan, anak sulung adalah orang yang sudah diselamatkan tetapi karakternya kurang baik dan anak bungsu adalah orang berdosa, padahal sebenarnya kedua anak ini terhilang. Kalau kita buat perbandingan antara anak sulung dan anak bungsu: Anak sulung – dia tidak menghormati bapanya, dia memanggil kamu kepada bapanya ; Anak bungsu – masih memanggil bapa.
Didalam Ulangan 21:18-21 dikatakan kalau ada anak yang kurang ajar maka ayahnya akan membawa dia ke tua-tua dan anak itu akan dirajam batu sampai mati. Bapa ini tahu kalau dia tidak mengabulkan maka ketika anaknya keluar dari rumahnya, dia akan mati dirajam batu oleh massa. Jadi bapanya memberikan hak waris 1/3 bagian kepada anak bungsu dan 2/3 kepada anak sulung. Hak waris yang diberikan ini adalah harta mulai turun temurun tetapi anak bungsu ini tetap saja tidak menghargainya. Bapa ini sangatlah murah hati ketika anaknya sadar bahwa pegawai ayahnya masih lebih baik hidupnya daripada dia, maka dia meminta kepada ayahnya untuk menjadi buruh harian (Misthios). Ini adalah tingkatan yang paling rendah. Tetapi ketika bapa itu melihat anaknya, dia berlari dan memeluk serta menciuminya, dia tidak perduli bagaimana keadaan anaknya yang mungkin masih bau. Seorang bapa akan bersukacita kalau anaknya bertobat.
Gambaran bapa, anak sulung dan anak bungsu ini adalah gambaran kita. Apa yang diberikan bapa kepada anaknya yang bungsu ini:
1. “Sandal of SONSHIP” (sandal keputraan/pewaris)
2. “Ring of AUTHORITY” (cincin otoritas)
3. “Robe of RIGHTEOUSNESS / HONOR” (jubah kebenaran)
Jubah dan perlengkapannya ini dipakaikan kepada si bungsu di luar kota dan bukan didalam rumah. Alasannya adalah supaya kalau dia masuk ke dalam kota tidak ada satu orang pun yang akan merajam dia dengan batu. Yesus ketika dibunuh juga di luar kota.
Ini adalah bukti bahwa bapanya tidak pilih kasih, anak yang sulung dan anak yang bungsu sama-sama dicintai.
careministry: yesuscintasaya@gmail.com
Diterbitkan di: Agustus 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.