• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

From Ashes to Gold

oleh : wentjes    


“From ashes to gold”
Ringkasan Kotbah Timotius Arifin Tedjasukmana
Dalam firman Tuhan ditulis
tentang Naomi dan Rut yang mengalami suatu pemulihan dan terobosan dalam hidup mereka. Apa yang sebelumnya telah hilang dalam hidup mereka dipulihkan secara luar biasa oleh Tuhan. Dalam Rut 1:1,2 arti dari nama Elimelekh adalah My God is King (Tuhan adalah Rajaku), sedangkan Naomi berarti my delight (kesukaanku). Sementara arti nama kedua anaknya tidak seperti ayah dan ibu mereka, Mahlon berarti Sick (sakit-sakitan) dan Kilyon berarti Pining (menderita). Alkitab menceritakan bagaimana keluarga ini meninggalkan Betlehem (artinya: rumah roti), dan pergi ke Moab (gambaran dunia). Kepala keluarga yang seharusnya bertindak sesuai dengan namanya (My God is King) yaitu membawa keluarganya tetap tinggal dalam kerajaan Allah, sebaliknya membawa mereka kepada dunia. Akibatnya mereka mengalami kematian, tercatat dalam Alkitab bagaimana bapak dan kedua putranya ini meninggal dunia (Rut 1:3).
Keluarga ini, Naomi dan kedua menantunya Orpa (gazelle: sejenis rusa) dan Rut (friendship: persahabatan) akhirnya hidup tanpa tudung/perlindungan dan tanpa pengharapan. Generasi saat ini mengalami apa yang disebut dengan fatherless generation (generasi tanpa bapak). Sebuah peristiwa di Afrika Selatan dimana terdapat kelebihan populasi gajah di Kruger National Park. Sebagai solusinya maka gajah-gajah muda dari taman itu dipindahkan ke Hluhluwe-Umfolozy Reserve. Tetapi kemudian terjadi badak-badak albino ditempat itu mengalami kematian. Singkat cerita akhirnya ditemukan bahwa gajah-gajah muda tersebut membentuk gang untuk membunuhi badak-badak tersebut. Rupa-rupanya gajah-gajah muda yang belum pernah di-bapak-i itu menjadi berperilaku sangat liar. Kebenarannya adalah keadaan tanpa suami/bapak, maka pria-pria tidak lagi menjadi dewasa. Jangan biarkan kita hidup tanpa bapak dan mentor.
Selanjutnya alkitab berkata dalam keadaan demikian mereka mendengar kabar pemulihan atas Yehuda (Rut 1:6), dan mengambil keputusan tepat untuk kembali kesana. Dari kedua menantunya, Rut yang kemudian mengambil keputusan untuk mengikuti Naomi. Ini keputusan yang baik, sebab Rut menempatkan dirinya dibawah seorang mentor. Meskipun kemudian setibanya di Betlehem, dia menuduh Tuhan yang menyengsarakan hidupnya (Rut 1:20,21). Dia lupa bahwa setiap orang yang hidup di luar Kerajaan Allah akan menyengsarakan hidupnya sendiri. Sebaliknya mereka yang tetap tinggal dalam Kerajaan Allah seperti Boas (swift: tangkas) dan memilih tetap di Betlehem pasti akan mengalami pemulihan.
Tetapi Rut mengalami suatu permulaan yang baru dalam hidupnya. Rut mengalami pemulihan dan terobosan yang mengubah segala-galanya. Di tahun yang baru ini kita bisa belajar dari kehidupan Rut dan mengalami hal yang sama. Beberapa hal penting dan perlu diperhatikan baik-baik:
1. The Right Timing (Waktu yang Tepat)
Alkitab mengatakan bahwa mereka sampai di Betlehem saat musim menuai tiba (Rut 1:22). Di Israel ada suatu budaya dimana setiap kali penuai-penuai menuai maka mereka harus menyisakan tuaian untuk diambil oleh pemungut. Kita tahu bahwa justru saat Rut ada di ladang memungut jelai agar bisa makan (Rut 2:3), di sanalah dia bertemu dengan Boas.
2. The Right Person (Pribadi yang Tepat)
Selanjutnya Rut yang bertemu dengan Boas (pribadi yang tepat), dan ternyata merupakan penebus sanak (kinsman redeemer) (Rut 3:20). Kita tahu bagaimana hidupnya kemudian mengalami perubahan dari seorang kafir, janda, miskin yang tidak punya apa-apa menjadi istri Boas sang pemilik ladang. Sebaliknya Boas juga bertemu dengan pribadi yang tepat yaitu seorang wanita yang punya reputasi sangat baik (Rut 3:10,11) untuk menjadi istrinya.
3. The Right Attitude (Sikap yang Tepat)
Rut ternyata juga memiliki sikap yang benar, lewat firman kita bisa melihat: (1) dia memiliki komitmen (Rut 1:16,17); (2) Rut juga wanita yang rajin (Rut 2:7,17); (3) Dia memiliki kerendahan hati (Rut 3:9) dan (4) Dia seorang yang mau diajar (Rut 3:5). Tetapi Boas pun juga seseorang yang sangat murah hati, mau saling berbagi.
4. The Right Place (Tempat yang Tepat)
Tempat yang salah bisa mencelakakan kita seperti pergi ke Moab yang mengakibatkan kematian. Tetapi Rut ada di ladang milik Boas-suatu tempat yang tepat- yang mempertemukan dia dengan Boas (Rut 2:3). Karena itu kita harus berhati-hati kemana kita melangkahkan kaki dan membawa diri kita.
5. The Right Plan (Rencana yang Tepat)
Adalah merupakan cara Tuhan (God’s way) saat Naomi menyuruh Rut untuk datang kepada Boas untuk minta ditebus (Rut 3:1-3). Pertama hal ini sesuai dengan firman Tuhan, berikutnya kita melihat nasib Rut dan Naomi diubahkan secara total lewat hal ini.
6. The Right Order (Tatanan yang Tepat)
Tuhan selalu bekerja dalam tatanan yang benar, iblis selalu melakukan yang sebaliknya. Kita melihat bagaimana Boas hidup dalam prinsip ini. Pastikan hidup pribadi, keluarga, pekerjaan dan pelayanan kita berada dalam tatanan yang benar.
Akibat dari semua perkara di atas Rut mengalami progressive prosperity (tingkat kelimpahan yang progresif) dalam hidupnya. Pertama sebagai wanita yang rajin, dia mendapatkan hanya 1 efa hasil yang sangat pas-pas an. Tetapi kemudian sebagai wanita dengan reputasi, dia mendapatkan 6 efa. Suatu hasil yang jauh lebih baik. Pada akhirnya, Rut menjadi pemilik ladang. Suatu kondisi yang mengalami perubahan total, dari seorang yang nothing (ashes) menjadi very important (gold).
Diterbitkan di: Agustus 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.