Kemenangan di Padang Gurun Ringkasan
Kotbah Pdt. Sugeng Prasetya
Padang gurun berbicara tentang masalah yang bermacam-macam
jenisnya. Umat Tuhan selalu bisa memenangkan masalah ini dan umat Tuhan harus
menang karena kita diciptakan untuk menjadi pemenang.
Perjalanan orang Israel dari Mesir menuju Kanaan itu adalah contoh perjalanan
hidup kita, setelah kita menjadi percaya, situasi kita dimana?
1 Kor:1-10 (Perjalanan Umat Israel)
Perjalanan orang kristen
itu sama seperti perjalanan keluar mesir (bertobat), kemudian menyeberang laut
merah (di baptis), kemudian ke gunung Sinai, menerima tiang awan (dipimpin Roh
Kudus) untuk menghadapi 40 tahun berputar putar di padang gurun, yang tujuan
akhirnya adalah untuk memasuki Kanaan. Perjalanan kita sudah ada didalam
rencana Tuhan sehingga kita tidak berjalan sendiri tanpa tentu arah.
Keluaran 19:1-3 (Pimpinan Roh Kudus di
Padang Gurun)
"Sampai bulan ke tiga…naik ke gunung Sinai”
bulan ketiga berbicara tentang ‘shavout’
– hari peringatan saat musa ada di gunung Sinai dan menerima 10 perintah Allah,
dalam perjanjian baru, peringatan ini bersamaan dengan pentakosta (bulan pencurahan Roh Kudus), dan gunung Sinai berbicara
keadaan kita yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Apabila kita hidup tanpa Roh Kudus kita akan menjadi tersesat. Roh
Kudus juga memimpin peperangan melawan berbagai bangsa di padang gurun. Masalah di ijinkan Tuhan
terjadi untuk melatih dan membentuk hidup kita. “Berbagai orang menghadapi
cobaan-cobaan karena cobaan itu mendatangkan ketekunan, dan ketekunan
mendatangkan iman yang sempurna” .
Ibrani 13:5
(Tuhan selalu menyertai dalam setiap masalah kita)
”Janganlah kau menjadi hamba uang dan cukupkanlah
dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ’Aku sekali-kali tidak akan membiarkan
engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau’” Tuhan tetap menyertai kehidupan kita,
anugerah terbesar dari Tuhan untuk orang kristen adalah : keselamatan dan
kesetiaan Tuhan. Apapun masalah kita, Tuhan tetap setia, dan bila Tuhan
berkarya, karya itu sempurna adanya.
Hosea 2:13-14 ( Di padang gurun kita akan mendapatkan
sesuatu )
Di padang gurun ini kita sedang di didik oleh
Tuhan, padang gurun membuat kita mengerti apa masalah kita yang sesungguhnya.
Ulangan 8:2 (Di bawa ke padang gurun karena Tuhan
mempunyai tujuan dalam hidup kita)
”ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak Tuhan,
Allahmu selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan
mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu . . .” perjalanan orang israel selama 40 tahun ini
ada tujuannya: agar orang Israel rendah hati, dan bergantung pada Tuhan, kita
perlu di didik. Di padang gurun, Tuhan mendidik kita semakin
hari semakin sempurna untuk menggenapi akan tujuannya atas hidup kita.
Yakobus 1:2-4 (Tujuan pencobaan : menjadi sempurna)
Bersyukur karena kita mendapatkan pencobaan,
karena dibalik masalah ada berkat besar bagi semua orang percaya. Dan untuk itu
kita harus memiliki karakter : lemah lembut dan rendah hati. Karakter ini memang dipaksakan oleh Tuhan
dengan diijinkan adanya masalah di dalam kehidupan kita. Semuanya ini untuk
mencapai tujuan yaitu menjadi sempurna.
Lemah
lembut memiliki 3 arti, yaitu:
1.
Tidak menuntut
atau tidak mempertahankan hak karena dia yakin di pimpin Tuhan.
Mau di
berkati? Jangan mempertahankan hak. Karena kita harus percaya Tuhan menyertai kita. Kejadian 13:1-18
2.
Tidak balas dendam dan membela diri, bahkan berdoa kepada
mereka yang membenci kita. Bilangan
12:1-3. Tuhan tidak menghendaki kita membalas kejahatan dengan kejahatan
melainkan dengan kebaikan.
3.
Tidak mencari
kepentingan diri sendiri melainkan mendahulukan kepentingan orang lain.
Tuhan tidak
sekedar mengajar kita untuk mementingkan atau peduli terhadap orang lain saja, tapi
Tuhan sendiri membuktikan semua itu dengan jalan Dia harus