MENJADI TELADAN
YANG BAIK
Ringkasan Khotbah
Daniel Januar Tanudjaja
1 Tim 4:11-12
Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan
seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi
orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu,
dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Rasul Paulus berkata demikian kepada Timotius, seorang gembala yang masih
muda. Setiap pemimpin, apakah itu pemimpin gereja atau di mana saja, memiliki
suatu tanggung jawab. Tidak peduli siapa
diri Anda, orang lain sedang memperhatikan Anda dan terpengaruh oleh teladan
hidup Anda. Tidak diragukan lagi jika banyak orang telah menjadi teladan /
contoh yang buruk bagi para saudara seiman bahkan kadang-kadang menjadi teladan
yang buruk bagi umat percaya yang masih lemah iman atau yang baru bertobat /
lahir baru. Tidak ada alasan apa pun juga yang bisa membenarkan perbuatan Anda
untuk berhak memandang rendah orang lain; apakah karena sedang mengalami hari
yang buruk atau karena terlalu banyak disakiti di masa lalu sehingga sekarang
menjadi pribadi yang over sensitif.
Ada perkataan bijak yang berbunyi, “seorang
pemimpin yang baik adalah seseorang yang mengetahui suatu jalan, kemudian
melangkah ke jalan tersebut dan menunjukkan jalan itu.” Jadi, tidak cukup
dengan hanya mengetahui jalannya saja. Yesus berkata, “Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup” dan Yesus telah melakukannya. Rasul Paulus berkata,
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan
bagi orang-orang percaya….” Ini berarti bahwa usia muda bukanlah alasan untuk
tidak sanggup menjadi teladan yang baik. Lalu, bagaimana caranya untuk
menjadi teladan yang baik?
- Menjadi
teladan melalui perkataan
Dalam Kolose 4:6 ditulis, “Hendaklah kata-katamu senantiasa
penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi
jawab kepada setiap orang.” Melalui perkataan yang positif dan membangun, kita
menjadi teladan yang baik bagi orang lain dan sekaligus menjadi berkat lewat
perkataan kita.
- Menjadi teladan melalui
cara hidup
“Orang benar
akan hidup oleh iman" (Roma 1:17, Habakuk 2:4). Iman adalah dasar
kehidupan umat percaya. Cara hidup dengan iman merupakan teladan yang baik yang
dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi situasi
apapun juga.
- Menjadi teladan melalui cara kita mengasihi
orang lain
Yoh 13:35 menulis, “Dengan demikian semua orang akan tahu,
bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Kita menjadi saksi Kristus bagi orang lain
melalui kasih yang kita nyatakan dalam perbuatan nyata. Perbuatan kasih adalah
teladan baik yang perlu kita lakukan karena Yesus telah terlebih dahulu
mengasihi kita.
- Menjadi teladan melalui
perbuatan iman
Abraham adalah teladan orang beriman (Roma 4:18-22). Perbuatan
imannya nyata ketika ia tetap percaya dan tidak bimbang akan janji Tuhan
walaupun tubuhnya sudah sangat lemah, usianya sudah sangat tua dan rahim Sara
telah tertutup. Menjadi teladan iman
yaitu jika kita hidup dan melakukan perbuatan iman.
- Menjadi teladan melalui hidup
kudus
Fil 4:8 Jadi
akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Memiliki
pikiran yang kudus adalah awal untuk kita dapat hidup dalam kekudusan, menjaga
kekudusan dan menjadi contoh nyata bagi orang lain.
Perbuatan kita sehari-hari secara langsung / tidak
langsung sangat berpengaruh terhadap orang lain. Terutama bagi para pemimpin,
menjadi teladan yang baik sangatlah mempengaruhi karakter orang-orang yang
dipimpinNya. Yesus telah menjadi
teladan yang baik melalui perkataan maupun perbuatan. Kita pun bisa menjadi
teladan yang baik melalui perkataan, cara hidup, cara kita mengasihi orang
lain, melalui perbuatan iman dan melalui hidup kudus. Jika kita melakukannya,
hidup kita telah menjadi saksi Kristus yang hidup dan nyata di tengah dunia.