.
"book antiqua";">STRATEGI POHON JATI
Ringkasan kotbah Edward
Tjandrakusuma Pohon jati adalah pohon yang
istimewa, kayu dari pohon ini berharga sangat mahal, mebel yang bahannya
terbuat dari pohon jati pun harganya sangat mahal. Bahkan pohon jati ini bisa
diwariskan menjadi warisan barang antik. Pohon jati juga merupakan pohon yang
kuat, kayunya tidak dapat dimakan rayap, dapat tumbuh hingga 25 meter. Di
Indonesia, pohon jati banyak tumbuh di daerah-daerah yang kering, tandus,
tanahnya mengandung kapur, dan airnya kurang. Pohon lain sulit bertumbuh di
daerah-daerah tersebut. Bila pohon jati tumbuh hingga mencapai 25 meter,
akarnya pasti sangat dalam tertanam ke dalam bumi lebih dari tinggi pohon
tersebut, tidak ada orang yang berpikiran gila untuk mencabut pohon ini, yang
bisa mereka lakukan hanyalah menebangnya. Akar pohon jati ini adalah akar yang
istimewa, dapat menyerap makanan meskipun berada di daerah yang kering sehingga
pohon tersebut bisa bertahan hidup dalam kekeringan. Keistimewaan lain dari
pohon jati adalah, saat ada kebakaran hutan, pohon-pohon yang lain akan
terbakar kecuali pohon jati. Justru sewaktu terjadi kebakaran hutan, pohon jati
malah melakukan reproduksi, bijinya akan terbakar, dan lapisan luar dari biji
yang terbakar tersebut akan menjadi pupuk. Sehingga apabila terjadi kebakaran
hutan karena keringnya udara dan teriknya matahari, pohon jati ini malah
bertambah banyak. Setelah beberapa bulan setelah kebakaran, pohon jati ini
mulai bersemi dan bertumbuh kembali, dan setelah beberapa puluh tahun, tempat
tersebut akan menjadi hutan pohon jati.
Seperti akar yang didalam bahasa latin disebut “Radix” , orang kristen sering
disebut sebagai orang-orang yang radikal. Radikal disini bisa berarti bahwa
semakin ditekan semakin berkembang dan bertumbuh. Kata akar inilah yang perlu
kita pahami, karena di tahun mendatang nanti, semua pekerjaan, bisnis ,
pelayanan kita yang tampaknya baik, besar, bagus, hebat, akan habis. Kenapa?
Karena akarnya tidak cukup kuat seperti akar pohon jati tadi. Semua yang tampaknya baik di kulit luarnya
saja tidak akan bertahan karena tidak memiliki akar yang kuat. Bahkan
perusahaan raksasa seperti GM Chrysler bangkrut. Perusahaan raksasa ini juga
menjadi contoh bagi kita, bahwa tampaknya perusahaan ini mempunyai kulit luar
yang luar biasa, besar, hebat dan sebagainya, tetapi tanpa akar yang kuat dan
tertancap dalam, perusahaan tersebut tidak dapat bertahan.
Kalau
10 tahun lalu krisis moneter terjadi di negara-negara Asia, kali ini krisis
terjadi di seluruh dunia. Apa yang diharap-harapkan hancur dalam sekejap. “Apa
yang pernah ada akan ada lagi” Tepat seperti apa yang dikatakan oleh Firman
Tuhan. Kita akan melihat kembali di kitab kejadian, karena apa yang sudah
terjadi, semua tercatat dalam kitab kejadian.
Didalam Perjanjian Lama ada
kisah Yusuf yang dipersiapkan untuk mengatasi masalah resesi di jamannya. Yusuf adalah
bayangan dari Yesus dan Firaun ini adalah perlambangan dari Raja. Ada beberapa
langkah yang diambil Yusuf ketika Mesir menghadapi krisis:
·
Dikatakan orang orang Mesir berteriak teriak kepada Yusuf
bahwa mereka tidak mempunyai uang lagi untuk membeli gandum dari Yusuf. Seperti
saat ini, banyak orang mengatakan hal yang sama: “Uang saya habis”, “Saya
bangkrut” dan sebagainya. Fenomena uang habis ini adalah musim kering.
· Selanjutnya Yusuf meminta ternak-ternak orang Mesir sebagai ganti dari uang
pembelian gandum mereka. Hal ini menggambarkan pabrik, modal usaha, kapital
kita, tanah kita, properti kita dan sebagainya. Yusuf adalah gambaran Yesus,
dia menerima ternak-ternak tersebut meski dia tahu bahwa ternak-ternak tersebut
mungkin dalam kondisi yang buruk karena kelaparan yang hebat di negeri itu. Kemudian
Yusuf menerima ternak-ternak tersebut dan memberi ganti uang untuk membeli
gandum kepada orang-orang Mesir tersebut untuk tahun itu.
· Setelah lewat tahun itu orang-orang Mesir datang lagi dan
berteriak-teriak karena mereka tidak punya uang maupun ternak untuk membeli
makanan dari Yusuf. Yang tersisa hanya diri mereka dan tanah mereka saja. Tanah
berbicara tentang kita (kita diciptakan dari tanah dan kembali ke tanah). Orang-orang
Mesir memperhambakan diri dan tanah mereka kepada Firaun. Yusuf menerima
mereka, sebagai gambaran Yesus (Hanya Yesus yang bisa membeli kehidupan kita.).
Akan banyak orang akan menyerahkan diri mereka kepada Tuhan karena mereka sudah
hancur, tidak mempunyai harapan lagi selain hanya kepada Tuhan.
· Seluruh negeri itu menjadi milik Firaun karena sangat berat kelaparan itu
menimpa negeri Mesir. Di masa-masa mendatang ini, semua akan diserahkan pada
Tuhan (meskipun kita tahu yang diserahkan tersebut bukanlah yang baik, tetapi
dalam keadaan hancur).
Hasil :
·Diterbitkan di:
Agustus 03, 2009