TEN LIES ABOUT GOD
“Ten Lies About God” buku karangan Erwin W. Lutzer dialih bahasakan oleh Ir.
Hari Suminto dengan judul “Sepuluh
Kebohongan Tentang Allah” dan diberinya anak judul yang membuat lebih menarik,
tepatnya membuat saya membaca pengantarnya dan membeli buku itu. Anak judul itu
adalah “Dan Bagaimana Anda Mungkin Telah Tertipu”.
Di Pengantarnya , Pdt. Erwin W. Lutzer menulis bahwa
ada tiga keyakinan yang dia pegangan dalam menulis buku itu.
“Pertama,
kita harus mendapatkan pengetahuan kita tentang Allah hanya dari Alkitab, dan
bukan dari preferensi atau pengalaman pribadi.
Kedua,
semakin jelas kita melihat Allah maka semakin jelas kita akan melihat diri kita
sendiri.
Ketiga,
semakin baik kita mengenal Allah, maka kita akan semakin sungguh-sungguh untuk
menyembah-Nya”
Ketiga
pegangan penulis ada baiknya dipedomani pula oleh pembaca agar efektif hasil
yang didapat.
Sepuluh Kebohongan Tentang Allah, sekaligus dijadikan
“Daftar Isi “ yang diungkapkan Dr. lutzer sebagai kebohongan. Dan menariknya
lagi anak judul yang diberikan oleh pengalih bahasa. Seakan begitulah hasilnya
kalau kita selesai membaca keseluruhan
isi buku. Yaitu, merasa tertipu dalam
keyakinan tentang Allah dan kebenaran rohani yang terpatri dalam hati selama
ini.
Saya pun pada saat membaca sepuluh kebohongan yang
tertera pada daftar isi merasakan bahwa ada yang tidak bohong. Namun setelah
membaca uraian yang begitu kumplit dengan data informasi mendukung segunung bayaknya, membuat saya kagum akan ulasan
penulis. Dan kalau diingat-ingat ada beberapa kothbah pendeta tertentu yang bersemangat
dan mungkin saja terdapat di gereja kita masing-masing. Ternyata itu adalah
kebohongan tentang Allah kita yang mungkin saja dia pun tidak sadar, seperti
kita juga.
Sepuluh
kebohongan itu sebagai berikut:
1. Allah
Bisa Menjadi Apa Pun Yang Kita Kehendaki.
- Banyak Jalan Yang
Membawa Kepada Hadirat Allah.
- Allah Lebih Toleran
Daripada Biasanya.
- Allah Tidak Pernah
Menderita Secara Pribadi.
- Allah Berkewajiban
Untuk Menyelamatkan Para Penganut
Agama-Agama Lain.
- Allah Tidak
Bertanggungjawab Atas Bencana Allam.
- Allah Tidak
Mengetahui Keputusan Kita Sebelum Kita Membuatnya.
- Kejatuhan Manusia Ke
Dalam Dosa Menghancurkan Rencana Allah.
- Kita Harus Memilih
Antara Kesenangan Allah Dan Kesenangan Kita Sendiri.
10.Allah Menolong Mereka Yang Menolong Dirinya
Sendiri.
Buku sarat makna dalam memyembah Allah.
Gimut
Jakarta, 27072009