MASTER KEY OF EVERYTHING
Kotbah
dari Pdt Timotius Arifin Tedjasukmana, ROCK Ministry Surabaya
Lukas 6:27-38 Sering
sekali kita salah memprioritaskan hal di dalam hidup kita, sehingga terjadi
pertengkaran dan perselisihan seorang terhadap yang lain. Manusia cenderung memprioritaskan
barang dan uang diatas orang lain. Mereka menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan, walaupun harus mengorbankan orang lain.
Hal-hal
yang penting dalam hidup kita (sesuai urutannya)
- Tuhan
-
Orang lain
-
Uang
-
Barang
Uang
adalah hal penting dalam kehidupan kita, tetapi bukan merupakan hal TERPENTING.
Jika uang menjadi hal yang terpenting dalam hidup anda, maka ketika ada orang
yang ‘menjamah’ keuangan anda, anda akan mengalami tekanan dan ketidak tenangan
dalam hidup anda.
Ketika
kita menyembah dan mengaku Yesus sebagai Tuhan, kita tidak memiliki apa-apa
karena semua adalah miliki Allah. Sebagai orang percaya kita harusnya
“menggunakan uang untuk mengasihi dan menolong sesama, bukan mempergunakan
orang lain untuk mendapatkan uang.”
3 Emosi Negative yang berhubungan dengan keuangan:
Financial
Shame (Malu): orang-orang yang memiliki emosi negative ini,
cenderung melakukan hal-hal yang
kesannya angkuh dan sombong guna menutupi sesuatu yang pernah membuat dirinya
malu; atau membalaskan rasa malu yang dirasakannya karena pernah dipermalukan.
Financial
Fear (Ketakutan) : orang-orang ini mempunyai rasa takut untuk melepaskan dan memberikan
uangnya.
Financial
Anger (Marah): orang-orang yang memiliki emosi negative ini cenderung
mudah tersinggung, mungkin dikarenakan oleh pengalaman di masa lalunya.
Ujilah hati anda, emosi negative mana yang ada pada
anda? Firman Tuhan berkata, “Oleh karena itu, jadilah murah hati sebab Bapamu
murah hati.”
Firman
Tuhan mengajarkan 4 hal untuk dilakukan:
1.
Jangan Menghakimi: Menghakimi adalah
menyatakan orang benar atau salah; bertindak sebagai hakim. Jaman dulu hakim
yang tertinggi adalah Raja, begitu juga dalam kerajaan Allah, hakim
satu-satunya adalah Yesus. Hubungan lebih penting dari uang, namun sering kali
kita manusia sama seperti perumpamaan dalam Matius 18 yang tidak mau mengampuni
sesamanya padahal dia telah di ampuni oleh rajanya. Raja dalam Matius 18
menggambarkan Yesus sebagai Raja, Hakim yang adil. Ketika engkau memberkati
orang lain; maka Tuhan pun akan memberkati engkau.
2.
Jangan Menghukum : Kisah dalam Matius 18, orang yang sudah menerima
anugerah pengampunan dari raja, tidak melakukan hal yang sama kepada temannya,
melainkan mencekiknya dan akan menghukumnya. Dan ketika diketahui raja, maka
orang tersebut dihukum berserta keluarganya.
3.
Ampunilah :Ingatlah
bahwa kita telah di tebus dan diampuni dari segala dosa-dosa kita, oleh karena
itu kita seharusnya tidak sulit untuk mengampuni orang lain. Tuhan telah
mengampuni d