Banyak orang beranggapan bahwa setelah mati, manusia akan masuk Sorga ataupun Neraka. Namun kemungkinan besar manusia tidak langsung masuk Sorga atau Neraka. Untuk itu kita perlu mempelajari beberapa hal tentang dunia setelah kematian. Melalui sebuah majalah Kristiani "Solagratia", saya menemukan sebuah artikel yang membahas tentang dunia setelah kematian. Berikut ringkasan singkat mengenai Dunia Setelah Kematian yang diringkas berdasarkan artikel yang terdapat di majalah "Solagratia" tersebut.
Syeol Syeol dalam Perjanjian Lama kata ini diterjemahkan dengan dunia orang mati. Tempat ini sering dipakai untuk menunjukan tempat penyiksaan atau hukuman bagi orang jahat. Kata 'syeol' juga bisa menunjuk tempat bagi setiap orang mati termasuk umat Allah setelah kematian. Jadi bukan hanya orang-orang berdosa saja yang dibawa ke 'syeol'. Tidak ada penjelasan yang terperinci mengenai realitasnya. Namun setelah manusia mati, ia masuk memiliki kesadaran yang akan membawanya kepada "keadaan kekalnya" sehingga dapat merasakan suasana syeol tersebut. Kata-kata yang berkaitan erat dengan Syeol antara lain :
Abaddown : kata ini dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan "Tempat Kebinasaan".
Khoshek : kata ini mengandung pengertian kegelapan, keadaan yang tidak dikenal atau tidak jelas.
Syakhat : kata ini dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai liang kubur.
Bowr : kata ini juga diterjemahkan sebagai liang kubur.
Hades Hades dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "Kerajaan Maut". Kata Kerajaan Maut dalam Perjanjian Baru ditulis sebanyak 4 kali. Kata-kata yang sejajar dengan hades dalam Perjanjian Baru antara lain :
Phulake : Dalam teks bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "Penjara".
Desmoterion : kata ini juga menunjuk sebagai penjara, namun lebih menekankan kepada segi tempatnya sedangkan Phulake lebih menunjuk kepada suasana keterkurungan dan keterikatan sebuah penjara.
Jadi dunia orang mati yang didefinisikan sebagai phulake adalah tempat orang yang sudah meninggal dikurung. Inilah "Penjara Hades" tempat Tuhan Yesus turun pada hari kematian-Nya dan membuka pintu penjara orang-orang benar dan membebaskan mereka.
Gehenna Kata ini berasal dari bahasa Ibrani "ge hinom" yang disinyalir memiliki arti "meratap". Bagi orang Yahudi, kata gehenna mempunyai pengertian tempat penghukuman bagi orang-orang berdosa. Kata gehenna biasanya menunjuk kepada tempat penyiksaan, tempat yang disediakan bagi orang-orang jahat. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, gehenna diterjemahkan sebagai "neraka", ditulis sebanyak 12 kali, 11 diantaranya diucapkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kata gehenna sering disertai dengan "api". Hal ini menunjukkan bahwa tempat ini adalah tempat hukuman kekal. Gehenna ini juga bisa menunjuk tempat penghukuman terakhir setelah penghakiman, dalam bahasa Inggris disebut "hell". Gehenna ini adalah tempat pembuangan terakhir bagi mereka yang tidak diperkenankan tinggal dalam "Kerajaan Bapa".
Tarturus Kata ini berarti "gua-gua yang gelap". Jika diterjemahkan menurut kata kerjanya, kata ini berarti "melemparkan kedalam neraka". Kata yang sejajar dengan tarturus ini adalah :
Abussos, yang diterjemahkan sebagai "jurang maut". Tempat ini didefinisikan sebagai tempat penghukuman bagi para malaikat yang murtad atau tempat para setan.
Abstrak lain tentang Dunia Setelah Kematian