Misa Jumat Pertama dimaksudkan
untuk menghormati dan mengingatkan kita akan Hati Kudus Yesus, dan terutama sekali
menyegarkan ingatan kita akan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya yang mulia, yang menyelamatkan umat manusia---termasuk kita sendiri.
Semua orang tentu punya hari
untuk dirayakan, baik secara pribadi, kelompok, keluarga, atau dalam konteks lain. Entah itu hari ulang tahunnya sendiri, hari ulang tahun perkawinan, hari pembaptisannya, ataukah sekedar tanggal diterimanya dia di suatu perusahaan. Yang jelas hari tersebut memiliki makna khusus bagi orang atau kelompok, atau keluarga tersebut. Disadari ataukah tidak, hari istimewa tersebut biasanya juga memiliki kaitan, entah langsung maupun tidak langsung,
dengan orang lain. Tanggal perkawinan selain bermakna bagi si suami, tentu saja juga bermakna bagi si istri, dan bahkan bisa jadi bagi semua anak-anak mereka. Seorang istri bisa jadi akan tersinggung, atau sakit hati bila si suami dapat mengingat dengan baik hari-hari tertentu yang dianggapnya kurang penting, sementara itu ia justru melupakan hari ulang tahun perkawinan mereka. Hal ini juga berlaku bagi hubungan kita dengan Yesus, Sang Penebus.
Memang kalau kita renungkan lebih jauh lagi sebenarnya kita patut mengingat Allah dalam setiap langkah kita, dan di sepanjang waktu kita. Karenanya memang ada yang berpendapat bahwa semua hari sama saja, dan biasanya golongan ini akan mengutip salah satu surat Rasul Paulus yang mengandung kalimat seperti itu. Akan tetapi benarkah kita mampu melakukan sesempurna itu? Benarkah, sejujurnya, kita mengingat Allah dalam setiap langkah? Mempersembahkan segala sesuatu yang kita kerjakan bagi-Nya? Dan mengingat Yesus Kristus yang diutus-Nya? Kalau memang demikian, syukurlah!
Akan tetapi bagi saya pribadi, saya harus mengakui bahwa saya tidaklah demikian. Dan saya percaya bahwa saya tidaklah sendirian. Justru karena itulah Allah menyediakan Misa Jumat Pertama melalui Gereja-Nya. Supaya menjadi sarana yang lebih khusus bagi kita untuk menghormati Hati Kudus Yesus, dan melaluinya kita dapat berharap untuk memperbaharui hubungan kita dengan Yesus sendiri yang barangkali, entah sengaja ataukah tidak, telah kita sakiti dan kita abaikan. Barangkali hari Jumat memang dengan sengaja dipilih untuk mengingatkan kita akan Jumat Agung, yaitu hari yang menjadi pusat dari sejarah keselamatan Kristiani. Itulah tujuan utama diselenggarakannya
Misa Jumat Pertama.
Bahan renungan diambil dari
homili Misa Jumat Pertama oleh:
Pastor Y.D. Widyasuhardjo OSC.Pastor Kepala Paroki Santa Monika - Serpong