Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Marching Band

oleh: adhiee03     Pengarang : Adhi Pandini
ª
 
  • MARCHING BAND atau yang lebih sering disebut Drum Band adalah sejenis olahraga yang memadukan antara seni musik, seni tari, dan kekompakan. Marching Band berarti orkes barisan, yaitu sekelompok pemusik bermain dalam sebuah parade atau pagelaran display.

    • Sejarah Marching Band

    Orkes barisan bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, orkes barisan berevolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal orkes militer yang kemudian menjadi awal munculnya orkes barisan saat ini.

    Meskipun pola orkes barisan telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya orkes barisan, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.

    Di Indonesia, budaya orkes barisan merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olahraga"). Orkes barisan lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, orkes barisan di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan orkes barisan menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.

    • Intrument Yang Digunakan
    Dalam Marching band, terdapat 3 section dengan fungsi dan alat yang berbeda pula.

    1. Horn Line / Brass Line
  • Horn Line adalah sejumlah pemusik yang memainkan alat tiup dan sebagai pemegang melody dan lagu yang akan dibawakan. Beberapa alat yang biasa di pakai dalam marching band adalah :

    • Trumpet
    • Flugel Horn
    • Mellophone
    • French Horn
    • Baritone
    • Euphonium
    • Tuba
    • Contra Bass
    • Saxophone
    • Trombone
    • Flute

    2a. Percussion Line ( Battery Line)

    Percussion Line adalah sekelompok pemusik yang memainkan alat musik ritmis, dan penyeimbang dari Horn line. Beberapa alat yang ada dalam Battery Percussion adalah ;

    • Snare Drum
    • Quint Tom / Multi Tom
    • Bass Drum
    • Cymball

    2b. Percussion Line ( Pit Instrument )

    Pit Instrument adalah sekelompok pemain yang selalu berada di depan ( front line ), penyeimbang dari Battery dan Hornline, biasanya mereka memainkan alat yang besar dan mahal dari alat yang lain. Instrument yang dipakai berupa :

    • Xylophone
    • Marimbas
    • Vibraphones
    • Marching Bell
    • Glockenspiele
    • Timpani
    • Chinese Gong
    • Metallophone
    • Chime

    3. Color Guard

    Color Guard tidak memainkan alat musik apapun, mereka bertugas menari dan membuat efek dari sebuah penampilan dengan warna yang cantik dan dapat membuat sebuah pertunjukan menjadi megah dan terlihat mengagumkan. beberapa alat yang biasa di pakai yaitu berupa :

    • Flag (Standard)
    • Riffle
    • Sabre
    • Air Blade
    • Flag (Giant)
    • Double Flag
    • Sinpai

    Aspek Penilaian

    Aspek-aspek yang terkait dalam penampilan orkes barisan pada dasarnya dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu aspek musikal dan aspek visual. Pengelompokkan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses penyiapan sehingga sebuah grup orkes barisan siap tampil. Umumnya latihan atas masing-masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai sebuah penampilan utuh.

    Aspek musikal

    Lagu-lagu yang dibawakan dalam satu penampilan orkes barisan umumnya membawa satu ragam yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa ragam dalam satu tema yang sama, namun ragam yang dibawa dalam satu penampilan tiap-tiap orkes barisan bisa berbeda-beda.

    Secara struktural, umumnya karakteristik lagu-lagu yang dibawakan tiap-tiap orkes barisan memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian "pembuka" yang ditujukan untuk mendapat perhatian penonton, "solo perkusi" atau disebut dengan feature, "balada" yang menampilkan solo musik tiup bersama dengan solo perkusi, dan "penutup" sebagai puncak dari penampilan. Di masing-masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan variasi teknik permainan, termasuk didalamnya permainan tempo, birama, yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih seimbang, serta sebagai wahana menunjukkan keterampilan grup.

    Aspek visual

    Koreografi merupakan inti utama dari aspek visual dalam penampilan orkes barisan. Di dalamnya melingkupi alur pola atas formasi baris berbaris yang digunakan, aksi-aksi tarian yang dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan-gerakan untuk menampilkan satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali penampilan marching band menggunakan aksesoris-aksesoris tambahan yang dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek visual tertentu secara keseluruhan.

    Diterbitkan di: 22 Desember, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .