Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Puisi Liris

oleh: parjokarto    
ª
 
Kalau ujung yang diambil sebagai awal perjalanan, mungkin lembayung yang akan kasih kawan.
Kalau malam yang menandai waktu pulang, maka ini adalah perjuangan.
Mari siapkan lap pel dan tiga helai kain bekas sarang kucing.
Mari tabung pasir dan batu kerikil.
Karena kalau tidak gerhana,
panas kala ini akan menguras tenaga.

Puisi liris adalah seberkas tenaga yang dikenal luaskan oleh Saparke Djoko Dimana. Sebagai pencinta sastra, dia menggunakan semua daya kreasi dan imajinasinya berjuang membangun negara dengan cinta kasihnya pada sastra. Sastra yang menjadi tempat mencurahkan gundahnya hati, risaunya pikir, mirisnya nalar. Pada Sastra, dia temukan arti hidup yang sebenarnya. Sayang sekali satu kali pernah, sastra menghina dirinya. Sastra nekat mengatakan Sapardi sebagai seorang Gay. Apa pasal? Ternyata sastra berjenis kelamin ganda.

Tidak berhenti pada puisi liris, SDD juga sangat experimentalis dengan mencoba semua kemungkinan imajinasi dan birahi jiwanya melalui bermacam media. SDD berkenalan dengan kanvas dan kuas. Melalui kanvas dan kuas, SDD membawa puisi liris mengaliri cat dan pewarna membuat nyawa pada benda. SDD juga mencoba berkawan dengan roman yang berwarna oranye keabuabuan. Roman menyalurkan hasrat panjang cerita malam dan beku dinginnya badan. SDD mengeksplorasi semua sarana.

Puisi liris dalam darahnya mengalir di semua lokus inhibitus. Puisi liris yang beradaptasi dengan cuaca dan suasana hatinya menggantikan ritus coitus. SDD menikmati semua teks ini tanpa interuptus.
Diterbitkan di: 23 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.