Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Arts>Seni Grafis : Teknik Cetak dalam

Seni Grafis : Teknik Cetak dalam

oleh: akaris     Pengarang : rahmat wahyudi
ª
 
Seni Grafis : Teknik Cetak dalam

Teknik cetak dalam adalah salah satu teknik seni grafis dengan menggunakan acuan cetak dari logam tembaga. Teknik pembuatan cetak dalam yaitu dengan ditoreh ataau digores langsung. Ada pula yang menggunakan larutan senyawa asam nitrit yang bersifat korosit terhadap logam tembaga.

Seni grafis cetak dalam terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu engraving, etsa, mezzotint, dan drypoint.

1. Engraving
Engraving dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari ukiran halus yang digunakan para tukang emas untk mendekorasi karya mereka. Untuk melakukan teknik ini seseorang harus memiliki keterampilan karena harus menggunakan alat yang disebut burin. Penggunaan alat ini dianggap cukup rumit.
Burin digunakan untuk mengukir logam. Seluruh permukaan plat logam diberi tinta. Kemudian tinta dibersihkan dari permukaan sehingga yang tertinggal hanya tinta pada garis yang diukir. Setelah itu plat logam ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas. Selanjutnya kertas mengambil tinta dari garis engraving dan menghasilkan karya cetak.

2. Etsa
Etsa merupakan teknik cetak yang menggunakan media cetak berupa lempengan tembaga. Untuk pembuatan klise acuan dilakukan dengan penggunaan larutan asam nitrat yang bersifat korosit terhadap tembaga. Jika disbanding dengan engraving, etsa memiliki kelebihan. Tidak seperti engraving yang memerlukan keterampilan khusus pertukangan logam, etsa relative mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki kontur yang halus.

3. Mezzotint
Mezzotint merupakan cetak dengan plat logam yang terlebih dulu dibuat kasar permukaannya secara merata. Gambar dibuat dengan mengerok halus permukaan logam yang akan membuat efek gelap ke terang. Gambar juga dapat dibuat dengan menggunakan bagian tertentu saja, bekerja dari warna terang ke gelap. Alat yang digunakan untuk metode ini adalah rocker.

4. Drypoint
Drypoint merupakan variasi dari engraving. Teknik ini disebut goresan langsung menggunakan alat runcing. Goresan drypoint akan meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. Kesan ini member cirri kualitas garis yang lunak dan kadang – kadang berkesan kabur. Drypoint hanya berguna untuk jumlah edisi yang sangat kecil. Sekitar sepuluh sampai dua puluh karya, karena tekanan alat press dengan cepat merusak kesa kabur yang telah dibuat. Untuk mengatasinya penggunaan electro plating telah digunakan sejak abad 19 M untuk mengeraskan permukaan plat.
Diterbitkan di: 14 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    alat dan bahannya.? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa contoh seni grafis cetak dalam? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    plat nomer 24 Januari 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    menggunakan alat apa untuk menorehnya dan bagaimana proses etsa dan bahan apa saja yang dipakakai untuk proses etsa Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    gx lngkp mas bro Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.