Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Karya seni kriya

oleh: oxlay    
ª
 
Seni kriya adalah seni yang diwujudkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan). Misalnya: menganyam, membuat vas bunga dari tanah liat, membuat kursi rotan, dan lain-lain. Seni kriya dibuat mempunyai tujuan melestarikan tradisi suatu daerah tertentu sehingga daerah tersebut mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Biasanya dalam pembuatannya terikat oleh aturan-aturan tertentu, sehingga motif-motif dan warna melambangkan nilai-nilai simbolik.

Contoh: kerajinan kuningan (Juwana), kerajinan perak bakar (Kota Gede, Yogyakarta), ukiran (Jepara), anyaman bambu (Tasikmalaya), patung kayu (Bali), keramik (Kasongan), kerajinan kulit (Madiun, Solo, Bandung), songket, ulos (NTT, Sulawesi, Sumatera).

Ditinjau dari segi kebendaan, seni kriya ada dua macam:
a. Seni kriya untuk kebutuhan fisik, yaitu semua benda dalam pembuatannya bertujuan untuk melindungi fisik dan menghias diri.
Contoh: senjata, mobil, aksesoris, rumah.
b. Seni kriya untuk kebutuhan nonfisik, yaitu benda yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan rohani atau batin.
Contoh: upacara adat, ceramah keagamaan, hiburan musik.

Secara fungsional, seni kriya dibagi menjadi lima macam:
a. Berfungsi sebagai benda hias
b. Berfungsi sebagai alat bantu pekerjaan
c. Berfungsi sebagai tempat tinggal
d. Berfungsi sebagai rumah ibadah
e. Berfungsi sebagai pelindung diri

Nilai artistik seni kriya nusantara terletak pada motif, ornamen (hiasan), pekerjaan yang unik, keuletan dan keterampilan perajin.
Dalam proses penciptaan seni kriya yang baik harus memenuhi faktor-faktor berikut:
a. Faktor selera
b. Faktor tempat
c. Faktor estetis, yaitu mempunyai nilai keindahan, di samping keindahan terdapat unsur kelembutan, kehalusan, kerapian dan kerajinan.
d. Faktor rasa bahan (karakteristik), yaitu sifat suatu bahan, misalnya lunak, keras, kenyal, dan lain-lain.
e. Faktor artistik (nilai seni tinggi)
f. Faktor kegunaan, faktor tersebut memperhatikan kenyamanan, keluwesan, keamanan.

Pembuatan seni kriya terdapat beberapa teknik, antara lain:
1. Seni kriya dua dimensi
a. Teknik karya balik
- Teknik tulis (tradisional)
- Teknik cetak (cap atau sablon)
- Dengan cetakan motif tertentu

b. Seni grafis
- Cetakan tembus
- Cetakan dasar datar
- Cetakan dalam
- Cetakan timbul atau tinggi

2. Seni kriya tiga dimensi
a. Teknik butsir
b. Teknik cetak atau cor
c. Teknik plester
d. Teknik sambung
e. Teknik pahat atau carving dan sungging.

Terima Kasih telah membaca artikel ini.
Diterbitkan di: 11 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa ciri-ciri khas karya seni kriya daerah Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor selera dari karya seni kriya ialah Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan mengapa gagasan yang baik harus memenuhi faktor" estetis? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah pengertian teknik sambung, plester, bentuk, dan sulam ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kerajinan gerabah yang terkenal di daerah yogyakarta yaitu di desa mana? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan arti benda seni kriya mrmiliki sifat aristik dan aetetis Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mengapa faktor kegunaan,kenyamanan,nilai seni,dan bahan sangat diperlukan dalam pembuatan karya seni kriya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    teknik butsir bersifat....? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    tdk tau.......................... 24 Februari 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan nilai unik yang ada pada seni kriya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian dari seni kriya logam,tanah, kayu Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.