Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Lagu dan Komunikasi

oleh: lanangesejhatie     Pengarang : faisallubi
ª
 
Salah satu seni yang merupakan ciptaan seorang yang menghasilkansebuah syair yang mempunyai makna tertentu disebut seni musik. Seni musikadalah seni yang berkaitan dengan alat-alat musik dan irama yang keluar darialat-alat musik tersebut yang dapat dikombinasikan dengan suara (lagu) yangdapat di pergunakan sebagai spirit (dorongan) bagi para pendengar(masyarakat). Menurut Plato, musik merupakan suatu hukum moral. Diamemberi jiwa kepada alam semesta, memberi sayap kepada pikiran danimajinasi, memberi kegembiraan dan kehidupan kepada kesedihan, memberikegembiraan dan kehidupan kepada segala hal. Musik adalah esensiketeraturan dan membawa semua hal yang baik, adil dan mudah.1 SedangkanKhalil Gibran menyatakan bahwa musik adalah getaran sebuah dawai yangmembawa gelombang-gelombang dari udara atas, menembusipendengaranmu, gemmanya muncul dari matamu dalam setetes air matahangat dari bibir mu yang berdesah merindukan cinta yang jauh ataumengeluarkan keluhan yang disebabkan oleh sengatan sejarah dan gigitantakdir .Musik disini mempunyai hubungan dengan syair lagu, tanpa syair lagu(Vocal suara) musik tidak akan indah begitu juga sebaliknya dengan syair lagutanpa musik akan hambar dan tidak indah.Musik sebagai bahasa komunikasi antar manusia adalah merupakansalah satu nilai kebudayaan manusia yang sifatnya universal dan sudah diakuioleh seluruh bangsa di dunia. Bagi kehidupan itu sendiri, sesungguhnya musikdapat dijadikan sebagai suatu kebutuhan hidup bagi manusia. Artinya di sinimereka harus memperoleh suatu dasar bimbingan dan kemungkinan untukmenganalisis rasa dan pemahaman terhadap karya-karya seni musik yangdiciptakan secara konseptual dan bukan sekedar bunyi-bunyian saja.Sebagian masyarakat, mendengarkan musik sama dengan membacasurat kabar. Jarang sekali yang menggunakan pendekatan-pendekatankonseptual. Mereka masih menganggap musik hanya sebagai suatu hiburanyang serba perasaan saja, sehingga pola pemikiran yang demikian ini masihmerupakan sebagai satu-satunya cara atau pedoman untuk mendekatkankalimat-kalimat musik. Tanpa disadari keterbatasan pemahaman masyarakatyang hanya terbatas dan berdasarkan atas pengertian hiburan dan serbaperasaan saja akhirnya cenderung statis. Mereka tidak memahami hubunganantara unsur-unsur yang terkandung di dalam sebuah bangunan musik sepertiharmoni, melodi, irama dan lain-lainnya sebagai satu kesatuan yang bulat.Seperti apa yang dikatakan Jamalus (1988) musik adalah suatu hasil karya senibunyi dalam bentuk lagu yang mengungkapkan pikiran dan perasaanpenciptanya melalui irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Dengan demikian pemahaman terhadap musik harusmenyeluruh. Apabila salah satu unsur musik tidak ada penyesuaian, makatidak lagi sebagai satu kesatuan yang utuh dari bangunan musik itu sendiri.Kurangnya pemahaman bangunan musik secara menyeluruh tersebut, tentusaja dapat mempengaruhi perkembangan musik itu sendiri di dalammasyarakat, termasuk orang yang menciptakan karya-karya seni musik.Seperti yang kita lihat sekarang, bahwa perkembangan dunia seni, terutamaseni musik sedang diwarnai oleh berbagai sikap yang tercermin dalam tingkahlaku melalui nada-nada musik. Pencerminan yang dijelmakan melalui nadanadamusik tersebut oleh sebagian kelompok masyarakat mempunyaipersamaan-persamaan tujuan, hanya saja yang membedakannya adalah isi darikarya mereka masing-masing. Pada satu sisi selain peka terhadap kondisimasyarakat, mereka juga memperhatikan bangunan musik itu sendiri,sehingga kualitas tetap dipertahankan, bahkan adanya pencarian-pencarianterhadap alternatif-alternatif lain. Sedangkan pada bagian masyarakat lainnyasama sekali tidak memperhatikan bangunan musik dan bahkan tidakmemahami arti penting musik itu sendiri. Mereka hanya mengungkapkan danmenekankan melalui syair - syair dari apa-apa yang terjadi dalam suatumasyarakat. Mereka hanya bercerita tentang kejadian-kejadian dan kenyataankenyataandari suatu interaksi yang sangat sederhana sampai kepada yangkompleks. Terkadang mereka mendramatisir, sehingga masyarakat menjadilebih tertarik terhadap syair dan bukan terhadap mutu musiknya. Dan ini justrumerupakan sebagian besar dari masyarakat itu.
Diterbitkan di: 26 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.